Selasa, 12 November 2019


Jabat Ketua DPRD Pontianak, Nurfadli Kawal Program Pembangunan

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 737
Jabat Ketua DPRD Pontianak, Nurfadli Kawal Program Pembangunan

Nurfadli dan Pj Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmadji. (SP/Balasa)

PONTIANAK, SP -  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Nurfadli dilantik menjadi Ketua DPRD Pontianak lewat Rapat Paripurna Istimewa Masa Persidangan II Tahun Sidang 2017-2018, Rabu (2/5).

Nurfadli menggantikan Satarudin, ketua sebelumnya yang mengundurkan diri lantaran ikut serta dalam Pemilihan Wali Kota Pontianak 2018-2023. Keduanya berasal dari PDI-Perjuangan. Sebagaimana dalam aturan, Ketua DPRD pengganti harus berasal dari partai yang sama dan diusulkan oleh ketua partai politik tersebut.

"Kita akan melanjutkan program terdahulu dan mengawal program pembangunan tersebut agar berjalan sesuai rencana. Yang belum bagus dibaguskan, yang sudah bagus kita tingkatkan lagi," katanya usai pelantikan.

Wakil rakyat dapil Pontianak Barat ini menyampaikan akan merangkul kawan-kawan di DPRD untuk bersama-sama sinergi melaksanakan program-program, baik dalam penyusunan Baperda dan tugas-tugas tiap komisi agar berjalan seirama. Termasuk di dalamnya bersinergi dengan Pemerintah Pontianak dan perangkat daerah lainnya demi kemajuan kota.

"Kuncinya ada di komunikasi yang baik. Mudah-mudahan saya bisa menjalankan amanah ini dengan baik," imbuhnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Pontianak, Heri Mustamin yang sebelumnya jadi Plt Ketua DPRD, ingin hubungan harmonis antara DPRD dan pemerintah dipertahankan. Termasuk dengan instansi pengawasan legislatif harus berjalan baik. Jika semua lancar, dia berharap bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Fadli low profile. Dia salah satu kader terbaik PDIP. Mudah-mudahan ke depan kinerja DPRD semakin baik," katanya.

Nurfadli akan menjabat hingga tahun 2019. Bersamaan dengan pengangkatan Nurfadli sebagai Ketua DPRD, Yulita Maria Maya Rumsari juga diambil sumpahnya sebagai anggota dewan Pergantian Antar Waktu (PAW) yang menggantikan Satarudin. Dengan demikian, dari tiga orang wakil rakyat di DPRD Pontianak yang mengundurkan diri lantaran ikut dalam kontestasi pilkada, tinggal dewan dari partai Gerindra sebagai pengganti Yandi yang belum dilantik PAW. Sebelumnya, sudah ada Nurhasanah yang menggantikan Alfian Aminardi dari Partai PKB.

Kepada awak media, Yulita Maria Maya Rumsari mengatakan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat di dapilnya di Pontianak Timur. Paling tidak di waktu singkatnya jadi wakil rakyat, dia ingin ada pusat ekonomi sendiri untuk wilayah Pontianak Timur dan Pontianak Utara. Sehingga masyarakat di sana tidak perlu menyeberang ke arah kota.

Politisi perempuan yang meraih 915 suara itu merasa gender bukan lagi alasan untuk perempuan tak bisa berkarya dan berkarir. Dari informasi yang dia dapat, dia akan ditempatkan di Komisi D menggantikan posisi Nurfadli. Di situ dia ingin berkarya dan berbuat untuk masyarakat, salah satunya soal pendidikan.

"Di timur banyak keterbatasan sekolah bagus, bagaimana SMA di sana tidak banyak. Mudah-mudahan bisa terwujud agar di timur turut diperhatikan dengan tingkat pendidikan," pungkasnya. (bls)