'Terbitlah Terang', Wai Rejected Menuju Cahaya

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 496

'Terbitlah Terang', Wai Rejected Menuju Cahaya
Peluncuran album perdana Wai Rejected, bertajuk Terbitlah Terang. (SP/Mariyadi)
PONTIANAK, SP— Setelah 11 tahun berkarya di belantika musik tanah air, Wai Rejected, band indie asal Pontianak akhirnya menelurkan album pertama mereka bertajuk 'Terbitlah Terang'.

Tak tanggung-tanggung, debut perdana album milik band jebolan ajang Meet The Labels tahun 2015 ini, 'diracik' oleh label musik kenamaan berlevel nasional, Demajors.

Peluncuran album band yang digawangi, Doni Randa Putra (vokal), Redo Sasnatra (bass), John Fisher (gitar), Dhika Rachman (drum) dan Theo Utomo (Synthetizer) digelar di Jalan Surya, Senin (7/5).

Album perdana ini tentu saja menjadi pelengkap jejak karir mereka. Sebelumnya, band beraliran rock folk tersebut sudah dikenal para penikmat musik lewat sejumlah single.

“Sebenarnya dua tahun lalu, kita sudah dekat dengan The Majers. Mereka menyambut dengan baik. Mereka tidak memandang kita orang baru dan sebagainya,” ungkap Edo, saat konferensi pers, kemarin.

Niat kepingin punya album, memang menggebu. Ini terbukti dengan komunikasi yang telah dilakukan mereka ke sejumlah label. Tapi yang nyangkut di hati, Demajors lantaran menyanggupi rilis album berbentuk fisik.

“Minat masyarakat terhadap bentuk fisik, akhir-akhir ini mulai digemari,” ungkap Dhika Rahman.

Penabuh drum bertubuh jangkung ini berhasrat menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap album musik berbentuk fisik. Tentu saja, hal ini perlu dikemas lebih menarik dari rilisan bentuk digital yang kini memang cukup familiar dan simpel.

“Kita punya mimpi gabungkan beberapa disiplin ilmu seni,” ungkap Dhika. 

Dari ide-ide itu, alhasil jadilah album 'Terbitlah Terang'. Bukan cuma 'all about music' saja. Tapi ya itu tadi, album ini bak sebuah mimpi karena ada unsur selain musik yang digabungkan di sini.

Apa itu? jawabannya adalah bentuk fisik album ini yang memang unik. 'Terbitlah Terang' dirilis berbentuk buku.

Sementara untuk materi lagu, tak usah ragu. Band ini cakap merotasi notasi, meracik nada hingga kenyamanan bisa didengar di telinga.

Kata Dhika, album berfisik buku tersebut merupakan satu di antara cara mereka untuk menarik perhatian penggemar.

Dhika menyebutkan, album ini juga hasil campur tangan dari pegiat seni seperti digital art, ilustrasi art, dan bekerja sama dengan pegiat literasi sehingga berbentuk seperti buku. 

“Kita coba kemas dengan baik. Mimpi kita, ingin bangkitkan semangat band lain juga, kita bisa bangkitkan bentuk fisik dan bisa bekerja sama dengan pegiat seni lainnya,” ulas Dhika. 

Sosok yang 'membangunkan'

Album ini, sebenarnya sudah disiapkan Wai Rejected dengan vokalis sebelum Doni. Di tengah jalan, vokalis tersebut mundur.

Tapi meskipun ditinggal sang vokalis, nyatanya Doni, vokalis baru cepat melakukan penyesuaian hingga 'Terbitlah Terang' pun terbit.

“Proses kita tergolong singkat, kita punya abang yang banyak membantu kami menyelesaikan album ini,” ungkap Theo.

Theo bercerita, ada seseorang yang membangunkan mereka untuk tidak terus terlelap selama 11 tahun. Sosok tersebutlah yang men-deadline mereka untuk menyelesaikan album ini.

Sosok tersebut yang terus mengingatkan bahwa ada mimpi yang belum terwujud. Dari itu, dirilislah album “Terbitlah Terang” berisikan delapan lagu.

“Kenapa terbitlah terang, menunjukkan perjuangan kita. Ini adalah mimpi kita. Kita sedang menuju cahaya,” ungkap Theo. 

"Ini merupakan langkah terbesar. Gara-gara ngeband aku keluar dari pekerjaan. Alhamdulillah lahir ‘Terbitlah Terang’,” tambah Edo. 

Edo sendiri mengaku sempat putus asa dengan karir bermusiknya ini. Dia memang personel yang cukup lama bertahan sejak 2006 ketika band ini berdiri di Malang.

Meski demikian, Edo dan personel lainnya patut berbangga hati. Karir mereka kini terbilang sempurna dengan adanya album tersebut.

Beberapa bulan ke depan Wai Rejected akan melakukan tur ke beberapa daerah untuk mengenalkan lagu mereka ke penikmat musik di Kalimantan terlebih dahulu.

“Rencananya, memang kita akan adakan tur,” pungkas Teo. (adi)