Komitmen Bersama Cegah Peredaran Narkoba Polresta Bentuk KOPPAN di Sekolah

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 283

Komitmen Bersama Cegah Peredaran Narkoba Polresta Bentuk KOPPAN di Sekolah
PENGUKUHAN - Kapolresta Pontianak AKBP Wawan Kristiyanto mengukukuhkan Komunitas Pelajar Pelopor Anti Narkoba (KOPPAN), di Halaman Mapolresta Pontianak, kemarin. (SP/Anugrah)
Masalah narkoba telah menjadi perhatian cukup serius, karena setiap tahunnya kasus ini selalu mengalami peningkatan. Bahkan, kejahatan ini telah menjerat banyak orang, dari berbagai latarbelakang usia dan profesi.

SP - Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba. Namun, hasilnya belum maksimal. Pasalnya, barang haram tersebut masih saja selalu masuk dan ditemukan.

Baru-baru ini, Polresta Pontianak menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Pontianak dan Kubu Raya, untuk membentuk Komunitas Pelajar Pelopor Anti Narkoba (KOPPAN). 

Pembentukan KOPPAN ini, melibatkan atau dilakukan pada lima sekolah berbeda di dua wilayah yang bertetangga tersebut. Upaya ini semata untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan sekolah. Kerjasama tersebut dikukuhkan dalam apel yang dilakukan di Halaman Mapolresta Pontianak, kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, hadir perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, para pelajar dan guru.

Dalam sambutanya, Kapolresta Pontianak AKBP Wawan Kristiyanto yang memimpin langsung pengukuhan tersebut menuturkan, Indonesia, khususnya Kalimantan Barat dianggap memiliki prospek yang bagus untuk menjadi pasar peredaran narkoba, sehingga Presiden Joko Widodo telah menyatakan perang terhadap narkoba.

Narkoba, terangnya dapat merusak karakter fisik, dan kesehatan manusia, serta dalam jangka panjang akan mengganggu daya saing dan kemajuan bangsa, sehingga dianggap menjadi kejahatan yang luar biasa dan membutuhkan penanganan yang serius.

Pencegahan peredaran Narkoba menurutnya harus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, tak terkecuali pihak sekolah. Dia juga menyampaikan bahwa pembentukan KOPPAN di sekolah, merupakan upaya untuk mengajak para pelajar dan pendidik agar berperan aktif dan turut serta memerangi narkoba.

Penyalahgunaan narkoba, dikatakannya tidak hanya menyasar orang dewasa saja. Namun juga telah merangsek hingga mencemari para pelajar dan anak-anak, sehingga perlunya sebuah komunitas yang bisa mengajak seluruhnya untuk memerangi narkoba yang dimulai dari pelajar.

"Sejauh ini untuk Kota Madya dan Kubu Raya sudah lima sekolah yang kita bentuk, dan BNN juga sudah membentuk. Jadi kita akan terus bersinergi dengan BNN membentuk komunitas-komunitas pelajar untuk memeragi narkoba," tambahnya.

Lebih lanjut, Wawan mengungkapkan bahwa pengukuhan dari perwakilan beberapa sekolah tersebut merupakan awal, yang direncanakan ke depan akan kembali dibentuk komunitas sebanyak-banyaknya untuk memerangi narkoba.

Selain itu, sebagai bentuk keseriusan memerangi narkoba, kepolisian akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mensosialisasikan kepada seluruh sekolah di kawasan hukum Polresta Pontianak.

"Kalau bisa di setiap sekolah kita akan masuk, karena kita sudah melakukan MoU," katanya.

Ditemui seusai apel pengukuhan, Kasubag Umum dan Aparatur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Joko Suliyanto mengaku menyambut baik pembentukan komunitas tersebut berdasarkan MoU bersama Polresta dan BNN. Bahkan ini sudah berjalan selama tiga tahun. “Jadi program-program kita sinergikan,” ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisasi, program-program yang ada di Disdikbud Kota Pontianak juga selalu disinergikan dengan gerakan anti narkoba. 

Menurutnya, Kepala Disdikbud Kota Pontianak selalu mengiimbau kepada kepala sekolah untuk melakukan sosialisasi anti narkoba di kalangan pelajar dan juga kepada orangtua.

Program tersebut akan terus dikembangkan, agar ke depan sekolah-sekolah yang sudah menjadi pelopor terbentuknya KOPPAN dapat diikuti sekolah lainnya.

“Ini memang komitmen kita bersama untuk menanggulangi dan mencegah peredaran bahaya narkoba di kalangan pelajar,” tambahnya.

Dijelaskaanya, Kota Pontianak sudah ada tiga sekolah yang terbentuk KOPPAN  yakni, SMPN 3 Pontianak Kota, SMPN 14 Pontianak Timur dan SDN 14 Pontianak Selatan. 

Sementara untuk sisanya dua sekolah di wilayah Kabupaten Kubu Raya, yakni SMPN 1 Sungai Kakap dan SMPN 2 Ambawang. (anugrah ignasia/bob)