Pawai 1001 Obor, Umat Muslim Harap Ramadan bawa Kedamaian

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 528

Pawai 1001 Obor, Umat Muslim Harap Ramadan bawa Kedamaian
Pawai 1001 obor sambut Ramadan di Pontianak. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Satu per satu obor dinyalakan. Cahaya itu memenuhi jalanan, setelah sebelumnya kelap-kelip di pelataran Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Selasa (15/5) malam. 

Malam ini, umat muslim beramai-ramai turun ke jalan, Pawai 1001 Obor Menyambut Ramadan 1439 H. 

Pawai baru dimulai sekitar pukul 19,45 WIB, namun sejak lepas Magrib, orang-orang sudah datang dan salat Isya bersama. Tua-muda ada semua. Namun anak muda tampaknya jauh mendominasi. Mereka datang dengan motor, berbondong-bondong. Wajah-wajahnya antusias, menyambut bulan penuh berkah. 

Di sepanjang jalan, umat muslim laki perempuan mengumandangkan takbir dan salawat. Puja-puji pada Allah dan Rasulullah Saw. Mereka menempuh rute dari Masjid Raya Mujahidin - Jalan A Yani - Jalan Kh Ahmad Dahlan - Jalan Johar - Jalan HOS Cokroaminoto - Jalan Gusti Sulu Lelanang - Jalan A Yani dan kembali ke Masjid Raya Mujahidin.

Pawai yang diinisiasi Aliansi Pergerakan Pemuda Islam (APPI) ini menyiapkan 1500 obor. Para peserta berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Jika di tahun sebelumnya ada 7-8 ribu peserta. Tahun ini diperkirakan 12 ribu umat muslim turun menjalankan tradisi menyambut Ramadan yang telah ada sejak lama. 

Sekretaris panitia, Mery Susan bercerita tujuh hari sebelum pelaksanaan panitia mulai bekerja menyiapkan obor dan mencari donasi. Berbagai elemen masyarakat diundang. Undangan terbuka lewat grup-grup media sosial pun disebar. 

"Kita yakin peserta tahun ini lebih banyak dari peserta tahun lalu," ucapnya. 

Antusias masyarakat memang terlihat luar biasa. Tak banyak obor dari panitia. Sebagian dari mereka yang datang juga membawa obor buatan mereka sendiri.

"Kita sengaja membuat kegiatan ini untuk menjalin silaturahim, gotong-royong dan menjaga tradisi umat Islam," ungkapnya. 

Pawai Obor memang jadi salah satu tradisi umat Islam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Sempat hilang beberapa lama, tradisi ini kembali dilangsungkan. Pelakunya anak-anak muda yang tak ingin budaya hilang. 

"Semoga Ramadan tahun ini lebih damai, membawa kebaikan untuk semua orang," pungkasnya. 

Walau tak semua membawa obor, tetap saja ramai peserta yang ikut jalan kaki. Beberapa komunitas sepeda pun tampak tak ingin ketinggalan. Di barisan paling belakang, panitia berjalan sambil membawa kantong plastik untuk wadah sampah yang tercecer di jalan. 

Ramadan yang suci tampaknya memang dirindukan. Salah satu peserta, Mujiono (46) misalnya, ikut pawai sambil mengajak serta keluarga. Bersama enam anggota keluarga lain dia ingin memperlihatkan pada anaknya bagaimana Ramadan disambut meriah. Suka cita menuju bulan penuh ampunan. 

"Ini memang kali pertama. Saya harap tahun ini Ramadan bisa bawa berkah untuk semua. Termasuk jadi lebih damai, apalagi kemarin ada aksi-aksi teror," ucapnya. 

Sebagaimana yang dibilang di awal, pawai didominasi anak-anak muda. Satu di antaranya Manda. Siswa SMP ini sengaja janjian dengan teman sekolahnya untuk meramaikan pawai akbar. 

"Harapannya mudah-mudahan puasa tahun ini bisa lebih ibadahnya, juga lebih damailah," pungkasnya. (bls)