Sanksi Tegas Penjual Barang Kedaluwarsa

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 276

Sanksi Tegas Penjual Barang Kedaluwarsa
Anggota DPRD Pontianak, Mashudi. (ist)
PONTIANAK, SP – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Mashudi mengungkapkan semestinya supermarket dan pusat perbelanjaan lain yang masih menjual dagangan kedaluwarsa atau punya kemasan tak layak disanksi tegas.

Pengetahuan soal kelayakan barang yang mereka jual semestinya jadi hal standar. Tidak mungkin jika pelaku usaha itu tidak tahu aturan yang berlaku.

“Ini masalah kepatuhan, harus ada sanksi tegas. Dengan sistem yang ada pada mereka, barang yang dijual mestinya diperiksa berkala,” katanya Senin (21/5).

Apalagi, inspeksi mendadak yang gelar BPOM atau Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan bukan baru pertama kali dilakukan. Razia serupa sudah sering dan harus terus digencarkan. Momentum permintaan yang meningkat di bulan suci Ramadan dan lebaran, juga hari besar lain tidak semestinya dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan dengan cara curang.

Dalam hal ini, dia meminta dinas terkait bisa lebih keras memberi sanksi. Efek jera mesti diberikan karena ini berkaitan dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen. Terlebih jika supermarket itu bukan kali pertama melakukan pelanggaran. Tindakan tegas harus dilakukan.

“Kalau tidak nanti terus-terusan seperti itu. Kasihan warga yang jadi konsumen. Padahal keselamatan mereka dijamin undang-undang,” katanya.

Politisi Hanura ini menjelaskan, perkara kemasan penyok mungkin terlihat sepele. Namun bisa saja kandungan dalam kemasan tersebut merusak makanan yang ada di dalam. Di luar kemasan itu pun pasti tertera pemberitahuan bahwa tidak usah membeli produk tersebut jika kemasan rusak.

Mashudi meminta masyarakat untuk lebih awas dan teliti dalam membeli. Jika menemukan kemasan rusak bahkan kedaluarsa, jangan segan untuk bertanya kepada petugas jaga. Hal itu semata-mata untuk melindungi hak mereka sebagai konsumen.

“Kalau kita bingung, cari tanggal kedaluarsa tidak ada, langsung tanya saja ke yang jual,” sarannya.

Permintaan tinggi di masa seperti sekarang menurutnya memerlukan ketelitian konsumen. Dari pengalaman yang pernah terjadi, kadang ada pengusaha nakal yang menyelipkan bonus produk kedaluarsa dalam pembelian dalam jumlah banyak.

“Dulu itu pernah ada beli dua gratis satu. Tapi salah satunya itu sudah kedaluarsa. Itu yang harus diwaspadai,” pungkasnya. (bls)