Rabu, 18 September 2019


Sehari, Bisa Tiga Pemda Belajar ke Pontianak

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 451
Sehari, Bisa Tiga Pemda Belajar ke Pontianak

Pj Sekda Pontianak, Uray Indra. (SP/Balasa)

PONTIANAK, SP – Plt Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Uray Indra Mulya bercerita, dalam satu hari bisa tiga perwakilan pemerintah daerah lain yang belajar tata kelola pemerintahan ke Pontianak. Menjadi kota dengan layanan publik terbaik dengan semua zona pelayanan masuk kategori hijau, tentu menarik hati pemda lain untuk mencari tahu kiat-kiat keberhasilan tersebut.

“Seminggu hampir penuh, malah sehari bisa tiga (pemda). Walau sebenarnya kita merasa yang kita buat sederhana, tapi bagi orang luar ini luar biasa,” ceritanya Senin (21/5).

Sejauh ini, Pemerintah Kota Pontianak memang gencar melakukan percepatan-percepatan dalam pelayanan publik. Termasuk memegang teguh prinsip transparansi. Salah satunya dalam penganggaran. Sebelum ketuk palu, anggaran di bedah bersama para akademisi dan berbagai kalangan lain. Dari lokal sampai nasional.

“Kita sudah unggul dalam hal percepatan. Kita unggul dalam transparansi anggaran, bagaimana kita bedah APBD oleh siapa pun. Apakah APBD pro rakyat atau belanja tidak tentu,” imbuhnya.

Ada banyak hal yang menarik Pemda lain untuk datang. Jumlah paling banyak mencapai 100 orang lebih. Mereka berasal dari Papua yang ingin belajar soal Pontive Center. Di mana menurut Uray, salah satu keunggulannya adalah fitur yang beragam dalam aplikasi Gencil. Apalagi pembuatnya anak muda asli Pontianak.

“Bagaimana sebenarnya dengan cara paling murah bisa dengan fitur demikian bagus. Malah Gencil diikutsertakan di lomba teknologi di Asia Pasifik,” terangnya.

Pontianak juga memiliki Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan yang menjadi cikal bakal sistem sama di Indonesia. Maka tak heran jika beberapa kali Pontianak diminta menjadi narasumber pengaplikasiannya di daerah lain dan nasional.

“Mungkin kalau di Bandung baru lihat bagaimana lalu lintas bisa diatur dan ditegur lewat CCTV. Enam bulan sebelumnya kita sudah. Kemudian juga info pangan, sebelum Pak Jokowi ngomong, kita sudah. Sehingga ketika beliau ke Pontianak, ini yang dia inginkan,” jelasnya.

Satu di antara fitur menarik lain dalam Gencil adalah e-lawar (lapor warga). Lewat fitur ini masyarakat bisa melaporkan segala sesuatu dengan model interaktif. Progres tiap pengaduan akan dilaporkan kembali kepada pelapor untuk tahu sejauh mana aduannya dikerjakan.

Dia pun tak heran ketika dalam survei GoodNews For Indonesia, Pontianak jadi kota dengan anak muda paling optimis di Indonesia. Di Pontianak, infrastruktur dibangun bagus dan pemuda dilibatkan secara langsung.

“Penghargaan untuk tahun ini saja sudah lebih dari 50. Banggalah menjadi warga Pontianak,” pungkasnya. (bls)