Jumlah Minim dan Reward Umrah PLH Kebersihan Pontianak

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 409

Jumlah Minim dan Reward Umrah PLH Kebersihan Pontianak
Ilustrasi. (net)
PONTIANAK, SP – Jumlah sedikit tak selamanya berpengaruh buruk pada hasil. Asal efektif dan semangat kerja terjaga, sesuatu yang baik pun dapat diperoleh. Contohnya Pekerja Harian Lepas (PLH) kebersihan di Pontianak yang sedikit jumlah, banyak bersihnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Tinorma Butar-Butar bercerita saat ini mereka hanya punya 317 PLH kebersihan yang bertugas membersihkan 102 ruas jalan di Pontianak.

Jumlahnya memang kurang dari kebutuhan. Setidaknya ada 360 ruas jalan. Tentu perlu tambahan untuk mengakomodir semua ruas. Tapi tentu bisa kita lihat. Jalan-jalan protokol, nyaris kinclong.
Padahal mereka hanya bekerja tiga jam. Dari 05.00 – 08.00 WIB. Sampah berserak lepas kegiatan pun bisa dihitung jam. Kerja mereka layak diacungi jempol semua.  

“102 ruas jalan kita ambil titik-titik yang memang dia protokol, itu dulu yang bisa ditangani. Mungkin untuk perumahan belum bisa ditangani semuanya,” kata Tinorma, Senin (21/5).

Tak jarang mereka harus kerja lembur untuk membuat kota tetap nyaman. Misalnya untuk lokasi Jalan Parit Haji Husein II, sampai ke lokasi TPS dilemburkan dua kali seminggu. Lembur hanya ditempatkan di titik-titik yang tidak ada rutinitas.

“Jadi dengan 317 PLH ini kita kalau dilihat, kebersihan kota sudah maksimal. Tinggal pembinaan kepada PHL agar mengikuti SOP,” imbuhnya.

Standar Operasional Prosedur itu antara lain menyangkut soal jam kerja dan absen jari di Kantor DLH Pontianak. Hal ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan kualitas kerja. Selain itu, tiap-tiap pekerja lembur paling lama dua jam.

“Sudah dua tahun kepala daerah kita konsen kepada PHL. Kita nilai ada kriteria penilaian siapa yang dapat reward sampai ada dua orang umrah. Yang lainnya kami beri dana Rp1,5 juta peningkatan,” tambahnya.

PLH yang mendapat hadiah umrah tersebut tidak hanya dari penyapu jalan. Sistem penghargaan ini juga digabung dengan PLH yang bertugas di 112 Tempat Pembuangan Sampah sementara dan mereka yang terlibat dalam operasionalnya di Tempat Pembuangan Akhir di Batulayang.

“Kalau dua tahun lalu dari penyapuan satu sama angkutan. Tahun ini dari angkutan dan TPA. Dari semua PHL yang berjumlah 649 untuk tahun 2017. Mungkin tahun depan ada peningkatan, tinggal kita koordinasi dengan Bappeda,” pungkasnya. (bls)