Pj Gubernur Nilai SDM Bangsa Perlu Ditingkatkan

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 395

Pj Gubernur Nilai SDM Bangsa Perlu Ditingkatkan
Pj Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmadji
PONTIANAK, SP - Pj Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmadji mengatakan, pada tahun 2019 pemerintah akan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Hal itu, sesuai dengan amanat dari Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang berisi visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan.

"Pada awal tahun ini, visi tersebut mendapat penekanan lebih melalui amanat Presiden Joko Widodo, " kata Dodi, Selasa (22/5).

Melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik, lanjut Dodi, pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan
kapasitas sumber daya manusianya.

"Bayangkan jika kita sepenuhnya berhasil membangun sumber daya manusia unggul, dari 260-an juta lebih penduduk negeri ini," ujar Dodi. 

Kekayaan alam sebagai salah satu keunggulan yang dimiliki bangsa Indonesia, dinilai merupakan sumber daya yang terbatas, namun butuh segudang prasyarat untuk bisa dieksploitasi, dan selalu ada limit untuk menggenjot pemanfaatannya.

Sedangkan, sumber daya manusia Indonesia, kata Dodi, menyediakan kapasitas dan kapabilitas yang sangat luas untuk dikembangkan. Kebangkitan sumber daya manusia Indonesia secara bersama-sama dan kompak, tanpa terdistraksi oleh godaan-godaan yang kontraproduktif, akan membawa kepada kejayaan bangsa, selain secara otomatis bagi individu-individunya sendiri.

"Kita harus terus melakukan upaya-upaya penyadaran kepada setiap masyarakat Indonesia untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang, guna meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat itu sendiri," imbuhnya 

Karena itu, untuk mengejar tujuan tersebut, menurut Dodi dibutuhkan persatuan yang kuat layak sapu lidi yang diikat dalam satu kesatuan hingga menjadi kokoh dan sulit terpatahkan. Sebaliknya, jika lidi-lidi tidak diikat dalam satu kesatuan, maka sangat mudah untuk dipatahkan. 

"Gambaran tersebut aktual sekali pada masa sekarang ini. Kita merasakan bahwa ada kekuatan-kekuatan yang berusaha merenggangkan ikatan sapu lidi kita. Kita disuguhi hasutan-hasutan yang membuat kita bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun menyatukan segala perbedaan tersebut, " ungkapnya. 

Padahal jika ditilik, saat-saat sekarang adalah masa yang paling menentukan bagi bangsa Indonesia, lantaran mengalami bonus demografi. Selain itu, saat sekarang juga menuntut anak bangsa tidak duduk berdiam diri, apalagi membuang waktu dengan percuma. 

"Inilah era yang menuntut kita untuk tidak buang-buang waktu demi mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain. Momentum sekarang ini menuntut kita untuk tidak buang-buang energi untuk bertikai dan lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia," tuturnya Dodi. (nak/bob)