Anggota DPRD Kalbar Bantah Pemberitaan Terjaring "Ngamar"

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 1128

Anggota DPRD Kalbar Bantah Pemberitaan Terjaring
Anggota DPRD Kalbar, Tanto Yakobus. (ist)
PONTIANAK, SP - Anggota DPRD Kalbar dari Partai Demokrat Dapil Sanggau - Sekadau, Tanto Yakobus membantah pemberitaan tentang dirinya ikut terjaring dalam operasi pekat di wilayah hukum Kabupaten Sekadau, Sabtu (19/5) malam lalu, karena kedapatan 'ngamar'.

Tanto kepada sejumlah wartawan, Kamis (24/5) mengatakan, memang menginap di salah satu hotel di kota Sekadau saat razia pekat berlangsung bahkan identitasnya ikut diperiksa petugas.

Kendati demikian, dia menegaskan tidak benar jika ada berita yang menyatakan ia diduga sedang "ngamar" bersama wanita di kamar hotel tersebut.

"Saya memang menginap di hotel Borneo malam itu. Waktu itu baru selesai reses di Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, lanjut acara GAMKI di kota Sanggau. Karena besoknya saya ada acara di kampung saya di Nanga Mahap, sekaligus saya ada kegiatan reses, maka saya  putuskan langsung ke Sekadau," jelas Tanto.

Sampai di Kota Sekadau, Tanto memesan dua kamar di hotel. Satu kamar untuk ia dan seorang staf pribadi dan seorang sopir, sementara kamar yang satunya lagi untuk staf pendamping yang juga kader Partai Demokrat Provinsi Kalbar yang bernama Katarina.

Tanto menceritakan, selama lebih kurang satu bulan melaksanakan reses,dan kegiatan partai yang diadakan di daerah, Katarina bersama sopir dan staf pribadinya selalu ikut bersamanya, tidak hanya pada hari itu saja.

Dia menceritakan, ketika tiba di kamar hotel, karena merasah gerah setelah melaksanakan kegiatan sehari penuh, ia pun berniat mandi.

Tapi, kamar kecil sedang digunakan oleh salah satu stafnya yang bernama Leo untuk buang air besar. Karena lama menunggu, Tanto pun berniat menumpang mandi ke kamar sebelah yang dihuni Katarina. 

Saat tiba di kamar sebelah, Katarina rupanya juga sedang menggunakan kamar kecil untuk mandi.

"Saat mengantre giliran mandi itu, saya mau menyalakan televisi. Tiba-tiba ada petugas mengetuk pintu, karena pintu juga tidak dikunci, saya langsung buka pintu, ternyata yang datang adalah para petugas operasi pekat," ceritanya.

Meski demikian, Tanto tak merasa melakukan apa-apa. Sebagai warga negara yang baik, Tanto tidak takut untuk diperiksa. 

Tanto juga membenarkan ia turut dibawa ke Mapolres Sekadau untuk pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan dia meyakini tak bersalah atau berbuat tidak senonoh.

Tanto mengaku kaget melihat berita yang mengatakan ada oknum anggota DPRD Kalbar terjaring razia Pekat sedang "ngamar" di Sekadau. 

"Betul saya ikut diperiksa seperti tamu yang lain, tapi hanya sebatas diperiksa saja, tidak ada hal lain," jelasnya.

Tanto segera menghubungi sang istri terkait pemberitaan yang beredar tersebut.

Mendengar kabar itu, istrinya menyarankan Tanto untuk tetap tenang.

"Dia sangat percaya kepada saya. Istri saya juga kenal dengan ibu Katarina, karena sebelum berangkat, kami biasa ngumpul di rumah dulu," katanya.

Terkait pemberitaan yang berujung melebar, Tanto menyadari bakal muncul beragam efek, termasuk dari internal partai. Namun demikian, ia menyatakan siap mengikuti instruksi maupun prosedur partai.

"Yang jelas saya tidak melakukan kesalahan apa-apa. Dan yang mengatakan saya macam-macam itu fitnah yang menyudutkan pribadi saya, dan ini motifnya jelas politik, dan ingin menjatuhkan saya," pungkasnya. (*)