Bulan Suci Dorong Geliat Ekonomi

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 459

Bulan Suci Dorong Geliat Ekonomi
Suasana ramai di Pasar Juadah Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Sabtu (26/5). (aan)
PONTIANAK, SP – Bulan suci Ramadan tak sekadar jadi bulan penuh ampunan. Orang-orang bukan hanya khusyuk menjalankan ibadan mereka dalam artian sebenarnya: puasa, salat dan mengaji. Tapi juga dalam mencari rezeki.

Salah satu ciri khas Ramadan datang adalah berdirinya lapak-lapak dagangan takjil di area masjid atau tepi jalan. Orang-orang yang menyisihkan waktu mereka untuk membantu orang lain menikmati puasa dengan nikmat. Jajanan murah dan sehat.

Misalnya saja di Pasar Juadah Mujahidin yang sudah kali ke empat digelar. Beraneka macam makanan dan minuman dijajakan. Mulai dari kue sampai lauk-pauk. Dari air pembatal puasa sampai pakaian untuk menyambut lebaran tiba.

Ketua panitia Pasar Juadah Mujahidin, Sulaiman bercerita, kurang lebih ada 100 lapak pedagang di sana. Sebanyak 75 di antaranya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang menjual makanan dan jajanan. Sisanya para penjual pernak-pernik dan pakaian.

Memang tidak semua pembuat jajanan itu langsung jualan. Sebagian besar panganan yang dijual merupakan titipan orang. Harganya pun bervariasi. Namun kebanyakan jajanan pasar yang beberapa makanan khas seperti lemang.

Salah seorang penjaga lapak, Heni (39) mengatakan dari awal hingga pertengahan Ramadan ini, pendapatannya lumayan. Jika dibandingkan tahun lalu, jumlahnya meningkat. Dia menjual beragam kue dengan harga berkisar Rp2-15 ribu.

"Alhamdulillah meningkat, mungkin karena banyak pilihan kue,” imbuhnya.

Bukan cuma di pasar-pasar juadah, jualan di dalam gang turut mendatangkan berkah. Misalnya saja Ana (42). Ibu empat orang anak ini berdagang gorengan di Gang Margodadirejo 1. Setiap hari, dagangannya hampir selalu habis.

“Memang jualan pas puasa jak, tapi ini lumayan tiap harinya. Paling kalau hujan dari sore sampai buka, itu yang agak sepi,” jelasnya.

Tingginya geliat ekonomi terutama bagi pedagang jajanan, sempat membuat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Pontianak, Haryadi Tri Wibowo ingin menyambut mereka di pasar-pasar tradisional. Wacananya dengan membuatkan tempat gratis. Para pedagang jajanan dikumpulkan di tempat sama.

"Seperti di lantai dua Pasar Tengah bisa saja dibuat event kayak gini. Bisa juga di semua kecamatan kita bangun pasar. Artinya mereka tidak jadi PKL, tapi masuk ke pasar-pasar. Nanti ada meja-meja, kios-kios," kata Haryadi.

Tidak hanya kemudahan tempat, namun juga kesempatan untuk menjadi pelaku usaha mikro. Pemerintah akan menyiapkan izin mereka secara cuma-cuma.

"Kita pertahankan produk lokal yang punya kualitas baik," tutupnya. (bls)