Pangdam Perintah Prajurit Jaga Perbatasan dari Penyelundupan

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 533

Pangdam Perintah Prajurit Jaga Perbatasan dari Penyelundupan
450 personel dari Kodam III Siliwangi untuk perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Sintang. (ist)
PONTIANAK, SP - Kodam XII Tanjungpura, menerima sebanyak 450 personel dari Yonif 320/Badak Putih, Kodam III/Siliwangi, di halaman Makodam XII TPR, Minggu (27/5) pukul 09.00 WIB.

 450 personel TNI tersebut nantinya akan ditempatkan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di wilayah Kecamatan Senaning, Kabupaten Sintang.

Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Achmad Supriyadi mengatakan bahwa wilayah Kodam XII Tanjungpura dibagi dalam wilayah sektor barat dan sektor timur.

Beberapa waktu lalu juga ada penggantian di sektor barat dari Yonif 642/Kapuas menjadi Yonif 511/Dibyatara. Untuk saat ini, di sektor timur dari yang sebelumnya Yonif 123/Rajawali yang akan digantikan oleh Yonif 320/Badak Putih.

“Ini nanti bertugas sembilan bulan,” katanya.

Dia berpesan kepada para prajurit, disamping menjaga kedaulatan, juga harus menjaga penyelundupuan-penyelundupan, karena saat ini menurutnya di perbatasan sedang maraknya penyelundupan.

“Khususnya masalah-masalah yang terkait dengan narkoba,” imbuhnya.

Begitu juga menurutnya dengan antisipasi adanya potensi masuknya terorisme dari perbatasan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan-kendaraan terkait barang-barang yang berkaitan dengan terorisme.

Terkait dengan panjangnya garis perbatasan yang ada, dia mengatakan bahwa jumlah pasukan yang ada saat ini masih belum mencukupi untuk melakukan pemagaran secara menyeluruh.

Menurutnya tidak ada jumlah ideal dalam penjagaan perbatasan. Yang jelas anggota TNI akan terus melalukan penjagaan terhadap lokasi-lokasi yang strategis.

“Bukan semua tempat kita tempati, ndak, tapi tempat-tempat strategis,” katanya.

Tempat strategis tersebut juga menurutnya merupakan lokasi yang terdapat masyarakat. Sehingga selain melakukan penjagaan perbatasan, personel yang ada juga diberdayakan dengan memberikan pembinaan-pembinaan kepada masyarakat.

“Karena tidak sepanjang garis perbatasan itu ada penduduknya. Kita juga melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Ke depan, pengamanan lokasi-lokasi hutan lindung yang berbatasan langsung dengan negara tetangga juga diperketat. (rah)