Minggu, 22 September 2019


KPPAD Kalbar Sebut Fenomena Anak Ngelem Sudah Status Darurat

Editor:

Indra W

    |     Pembaca: 793
KPPAD Kalbar Sebut Fenomena Anak Ngelem Sudah Status Darurat

Lima orang anak diamankan polisi saat sedang menghisap lem di Pontianak Barat. (SP/Rah)

PONTIANAK, SP - Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar mengajak semua pihak, terutama instansi terkait untuk serius dalam memperhatikan anak yang menghirum lem.

“Instansi dan pihak terkait tidak boleh menutup mata terhadap kasus yang berpotensi merusak generasi penerus bangsa ini.” kata Komisioner KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati, Jumat (22/6).

Dia mengatakan bahwa kejadian tertangkapnya lima orang anak yang masih di bawah umur oleh polisi saat sedang menghisap lem di SD Negeri 4, Pontianak Barat, Kamis (21/6) kemarin sangat memprihatinkan dan dapat dikatakan sebagai kasus darurat anak.
 

“Bagaimana caranya kita bisa sama-sama menyelamatkan anak Kalbar dari kasus lem ini,” ujar Eka.

Untuk kasus anak menurutnya saat ini paling banyak merupakan kasus lem. Dalam seminggu pihaknya setidaknya mendapat tiga laporan.

Untuk kasus menghisap lem belum memiliki UU, untuk penanganannya maka anak-anak tersebut hanya diamankan selama satu malam dan kembali dilepaskan, sehingga tidak memberikan efek jera dan efek membina kepada anak.

“Yang ada kita keluarkan, mereka malah ngulang lagi,” imbuhnya.

Dikatakan Eka, pengaruh terkuat yang dapat mempengaruhi anak merupakan pengaruh lingkungan dan lemahnya pengawasan orangtua terhadap anak.

Pihaknya juga berencana akan melaporkan kasus ini kepada Gubernur dan DPRD untuk mencari solusi bagaimana penyelesaian dan pencegahan ke depannya.

“Karena kalau udah lima kali ngelem, informasi dari pihak kepolisian ke pihak medis, itu udah menghancurkan syarafnya,” jelasnya.

Dia berharap agar pemerintah ke depan mengeluarkan pelarangan penjualan lem kepada anak di bawah umur atau mencarikan solusi lain.

“Harus ada kesepakatan dari semuanya, jangan karena ini bukan bidangnya atau ini urusan Dinas Sosial, Polisi atau KPPAD. Jangan merasa ini bukan anaknya kita. Tapi ini generasi muda kita,” tukasnya. (rah)



  •