Senin, 14 Oktober 2019


Pemilik Obat Tradisional Ilegal Jadi Tersangka, Polisi Buru Pemasok

Editor:

Indra W

    |     Pembaca: 576
Pemilik Obat Tradisional Ilegal Jadi Tersangka, Polisi Buru Pemasok

BPOM Pontianak Amankan 31.080 Kemasan Obat Tradisional Ilegal

PONTIANAK, SP - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak, bersama Korwas Polda Kalbar, berhasil mengamankan sebanyak 31.080 kemasan obat tradisional ilegal dari 142 item.

Penyitaan dilakukan pada dua lokasi yang berbeda di Kota Pontianak pada 4 Juli 2018 lalu, yang merupakan milik dari satu orang tersangka berinisial YRH.

Kasi Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar, Kompol A.E Tambunan mengatakan, pihaknya ditugaskan untuk melakukan back up mulai dari penanganan di lapangan, hingga tahapan penyidikan dan pemberkasan, termasuk pada saat tahap dua, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti.

“Tersangka akan disangkakan dengan Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” katanya, Senin (9/7).

Berdasarkan penjelasan dari Kepala BPOM terkait tandatangan mutu dari farmasi diatur dalam pasal 196. Pada pasal 196 tersebut dinyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau standar keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu sebagaimana dimaksud dalam pasal 198 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Kemudian pada pasal 197 dinyatakan bahwa seseorang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat 1, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

“Jadi dua pasal ini yang satu mengatur syarat mutu, yang 197 mengatur izin edar,” ujarnya.

Pihaknya sesuai dengan UU Kepolisian dan peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2010, akan melakukan back up terhadap penanganan perkara tersebut hingga tuntas. Penyidikan terhadap kasus tersebut dilakukan oleh PPNS BPOM.

Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang karyawan yang dijadikan sebagai saksi. Sementara pemilik obat tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait keterlibatan pihak lain, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan terhadap pemasok obat ilegal tersebut.

"Berdasarkan pengakuan sementara dari tersangka bahwa dirinya membeli barang tersebut melalui online. Dengan nominal yang cukup banyak, kita tidak sedemikian percaya langsung,” imbuhnya. (nak)