Kemendikbud: Peran GTK PAUD dan Dikmas Kian Penting

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 632

Kemendikbud: Peran GTK PAUD dan Dikmas Kian Penting
PUKUL GONG – Pj Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmadji memukul gong tanda dibukanya kegiatan GTK PAUD dan Dikmas di Rumah Radakng, Pontianak, Senin (9/7). (Ist)
PONTIANAK, SP - Kalimantan Barat dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2018. 

Dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung di Rumah Radakng, Kota Pontianak, Senin (9/7) pagi Pj Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmadji menyampaikan ditunjuknya Kalbar sebagai tuan rumah tentu menjadi kebanggaan tersendiri. 

"Kepercayaan yang diberikan akan memberikan motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan dan pelaksana pendidikan, dalam rangka peningkatan pendidikan khususnya layanan PAUD dan Dikmas di Kalbar. Sehingga mampu bersaing dengan provinsi lainnya," ujar Dodi dalam sambutannya.

Dodi menjelaskan, kualitas guru dan tenaga kependidikan sangat menentukan kualitas pembelajaran. Hal tersebut berkaitan erat pada kualitas sumber daya manusia dan produktivitas bangsa. 

Dia mengakui Pj Gubernur Kalbar bahwa pelaksanaan dan pengembangan PAUD dan Dikmas tidaklah mudah dan cukup kompleks.

"Untuk itu kita semua perlu memberi apresiasi kepada GTK PAUD dan Dikmas yang telah berkomitmen dalam upaya pencerdasan dan pembangunan karakter bangsa, " kata Dodi.

Dilanjutkan Dodi, kegiatan yang bertema membagun karakter peserta didik melalui karya nyata GTK PAUD dan Dikmas yang diselenggarakan di Kota Pontianak, juga melombakan berbagai jenis perlombaan dengan tujuan untuk mewujudkan guru sebagai pendidik yang berprestasi, kompetitif dan berkarakter.

Menyadari kompleksnya permasalahan dalam penyelenggaraan program PAUD Dikmas dalam meningkatkan harkat dan martabat serta kualitas SDM, saat ini maka kata Dodi diperlukan komitmen tinggi dari semua pihak

"Baik itu pemerintah, pemerintah daerah, LSM, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, organisasi sosial kemasyarakatan, organisasi profesi dan optimalisasi peran dan fungsi serta pemangku kepentingan bidang pendidikan," katanya.

Ketua Panitia Kegiatan yang juga Kadisdikbud Provinsi Kalbar, Suprianus Herman mengatakan, peserta yang diundang untuk mengikuti kegiatan berjumlah sebanyak 612 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. 

Peserta adalah guru kelompok bermain taman pendidikan anak satuan PAUD dan sejenisnya, pamong belajar pada sanggar kegiatan belajar, penilik/pengelola TK/TM dan pusat kegiatan belajar masyarakat, pengelola TBM taman bacaan masyarakat, tutor paket A, tutor paket B, tutor paket C, tutor pendidikan kesetaraan.

Kepala sanggar kegiatan belajar, instruktur khusus dan tata rias pengantin, instruktur tata rias busana, instruktur kursus komputer, pengelola lembaga khusus dan pelatihan, kursus kecantikan rambut dan juga kurus otomotif.

"Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 8 sampai 14 Juli 2018 dengan rangkaian kegiatan yang sudah kita susun," sebutnya. 

Di samping kegiatan lomba, diadakan pula pameran hasil karya GTK PAUD dan Dikmas yang diikuti oleh bidang Dikmas dari 34 provinsi serta mitra kerja PAUD dan Dikmas yang dilaksanakan dari tanggal 9 sampai dengan 12 Juli. 

Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas, Harris Iskandar, mengatakan bahwa forum apresiasi ini menjadi wahana komunikasi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk GTK PAUD dan Dikmas dari seluruh nusantara.

"Ini dalam rangka memotivasi, meningkatkan kompetensi, profesionalisme, kreativitas, inovasi. Sekaligus momentum merajut nasionalisme dan memperkokoh NKRI," ujarnya. 

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Nomor 2014 tentang Pemerintah Daerah, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal. Maka, peran guru dan tenaga kependidikan PAUD dan Dikmas menjadi semakin strategis. 

"Standar pelayanan minimum untuk pendidikan dasar bukan hanya SD dan SMP, tetapi juga pendidikan anak usia dini dan pendidikan kesetaraan," tutur Harris. 

Saat ini kata Harris, semua negara berlomba-lomba untuk melakukan investasi pendidikan anak sejak dini. Karena modal sosial yang dihasilkan nantinya, dipercaya dapat memberi dampak yang baik bagi kesejahteraan bangsa.

 "Pendidikan anak usia dini minimal satu tahun pra SD," imbuhnya.

Dia mencontohkan di Thailand saja misalnya, seorang anak diwajibkan menempuh pendidikan awal tiga tahun sebelum SD sehingga anak-anak di sana pada umur empat tahun sudah wajib sekolah. 

"Demikian juga langkah negara prancis, semua negara saat ini berlomba dalam investasi SDM sejak pendidikan anak usia dini, " sebutnya. 

Begitu pula dengan pendidikan kesetaraan untuk menunjang wajib belajar pendidikan 12 tahun, pemerintah telah memberikan kesempatan kedua dalam menempuh pendidikan bagi warga yang perlu menyelesaikannya. 

"Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan rata-rata sekolah warga dan akan mendongkrak indeks pembangunan manusia daerah dan nasional. Untuk sukses pendidikan tersebut tentu saja peran serta guru dan tenaga kependidikan PAUD dan Dikmas akan sangat memegang kunci," pungkasnya. (nak/and)