Warga Keluhkan Kenaikan Harga Sembako

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 381

Warga Keluhkan Kenaikan Harga Sembako
SEMBAKO - Pedagang sembako di Pasar Puring Pontianak tengah mengakui harga kebutuhan pokok alami kenaikan. (Dok SP)
PONTIANAK, SP - Ibu rumah tangga di Kota Pontianak, mengeluhkan kenaikan harga sembako atau bahan pokok dalam sepekan terakhir.

"Dalam sepekan ini, berbagai kebutuhan pokok yang dijual di Pasar Teratai, Kecamatan Pontianak Barat, rata-rata mengalami kenaikan," kata Yuli salah seorang ibu rumah tangga di Pontianak, Senin (16/7).

Ia mencontohkan, kenaikan paling mencolok, yakni harga hasil laut seperti ikan tongkol yang mencapai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu/kilogram, ikan kembung dan ikan sarden juga melonjak, yakni rata-rata Rp40 ribu/kilogram.

"Kalau pun ada yang dijual Rp30 ribu/kilogram, kualitas ikannya tidak bagus atau ikan kemarin yang tidak habis dijual," ujarnya.

Ia menambahkan, akibat tingginya harga ikan yang dijual tersebut, maka dirinya dan ibu-ibu rumah tangga lainnya, harus pandai-pandai mengatur uang belanja, agar bisa cukup hingga akhir bulan.

Apalagi, menurut dia, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada harga jual ikan, melainkan pada sayur-mayur pun yang ikut naik.

Hal senada juga diakui oleh Dewi. Ia mengaku sangat pusing saat berbelanja berbagai kebutuhan pokok dalam memenuhi berbagai kebutuhan makan keluarga. Apalagi, dia mengatakan, suaminya yang bekerja sebagai tukang bangunan jarang mendapat kesempatan kerja.

"Mahalnya berbagai kebutuhan pokok ini ditambah suami saya masih menganggur, tentu sulit bagi kami untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Sayur saja yang dulunya tiga ikat Rp5 ribu, kini dijual dua ikat Rp6 ribu," ujarnya.

Kemudian, harga beras kampung yang dulunya dijual dengan harga Rp10 ribu/kilogram, kini dijual Rp11 ribu/kilogram.

"Saya berharap pemerintah secepatnya mengendalikan harga berbagai kebutuhan pokok tersebut," katanya.

Sementara itu, Tuti salah seorang pedagang sayur di Pasar Teratai mengatakan, kenaikan harga sayur sayuran itu disebabkan musim panas, karena banyak petani sayur yang gagal panen akibat musim kemarau tersebut.

"Akibat musim kemarau, berdampak naiknya harga jual sayur sayuran, karena hasil panen petani sayur menjadi tidak maksimal," katanya. (rah/bob)