Kebakaran Lahan Gambut di Parit Haji Husin Dekati Rumah Warga

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 327

Kebakaran Lahan Gambut di Parit Haji Husin Dekati Rumah Warga
Pihak kepolisian dan pemadam swasta berusaha memadamkan api. (SP/Rah)
PONTIANAK, SP – Kebakaran lahan gambut di kawasan Gang Haji Bahrain, Jalan Parit Haji Husin II, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat, membuat warga panik. Api yang menghanguskan lahan, menjalar mendekati rumah warga, Senin (23/7).

Kabag Ops Polresta Pontianak, Kompol Alber Manurung mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga terkait adanya kebakaran tersebut, pihaknya bersama para pemadam swasta meluncur ke lokasi untuk memadamkan api.

 “Karena warga sekitar sudah merasa terancam dengan kebakaran ini,” katanya.

Menurut Alber, jika dilihat dari kondisi lahan yang ada, kemungkinan lahan tersebut sengaja dibakar  karena sudah ditebas dan adanya tali serta jalan.

Sebelumnya warga juga sempat mengingatkan para pekerja yang membuka jalan tersebut agar tidak membakar, namun setelah api membesar, para pembakar tersebut kabur.

 “Untung ada teman-teman dari pemadam kebakaran,” imbuhnya.

Dalam sepekan terakhir di wilayah Kota Pontianak telah terjadi kebakaran di beberapa lokasi, di antaranya di kawasan Pontianak Utara, serta Purnama yang mencapai sekira lima hektar jika dijumlahkan.

Sementara untuk kebakaran lahan gambut yang terjadi di Jalan Parit Haji Husin, menghanguskan sekira setengah hektar lahan.

Dari sekian lokasi yang telah terbakar tersebut, semuanya ada unsur kesengajaan dibakar oleh masyarakat, terutama untuk pertanian.

Sementara itu, Ridwan, warga Gang H Bahrain yang merupakan pemilik rumah tak jauh dari kebakaran mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara pasti kapan kebakaran itu terjadi. Saat akan melaksanakan salat dia mengaku melihat asap sudah mengepul.

“Makanya pas pulang salat kok ramai berdatangan, ada apa bang?, kebakaran katanya, itu aja,” jelasnya.

Jarak kebakaran lahan dari rumah Ridwan tersebut hanya terhitung belasan meter saja, namun menurutnya asap tidak sempat sampai ke rumahnya karena telah dipadamkan oleh petugas.

Ridwan mengaku pada pagi hari dirinya tidak melihat adanya aktifitas pekerja, namun hari sebelumnya memang ada aktivitas pembuatan jalan, namun tidak mengetahui siapa yang mengerjakan jalan tersebut.

“Sebab pemilik lahan kaplingan diujung gang kosong tersebut memang ingin membuat jalan,” katanya.

Dalam kebakaran ini, dampak asap paling dirasakan oleh warga Komplek Pesona Mutiara Dewata karena lokasi kebakaran tepat berada di belakang rumah warga. Asap sempat memenuhi komplek perumahan hingga masuk ke dalam rumah. Bahkan debu-debu juga memenuhi pekarangan rumah warga. (rah)