Sebelum Kematiannya, Ratna Terekam CCTV Melompat dari Kapal Fery

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 1070

Sebelum Kematiannya, Ratna Terekam CCTV Melompat dari Kapal Fery
Orang tua korban mamastikan jenazah anaknya di kamar jenazah RS Sudarso Pontianak, Minggu (22/7). (SP/Rah)
PONTIANAK, SP – Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni mengatakan, penyelidikan kematian Ratna Ningrum (29), seorang Guru IPA SMP Kelas 2 Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya yang ditemukan tewas mengambang di Sungai Kapuas, telah mendapatkan titik terang.

Dari hasil penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV pada KMP Billy di lokasi kejadian, terlihat korban melompat dari lantai dua kapal ke sungai sekira pukul 17:00 WIB. Kejadian itu tidak disadari oleh warga dan petugas kapal.

“Setelah kejadian itu, tiga hari kemudian korban baru ditemukan terapung di sungai dalam keadaan meninggal dunia,” kata Husni di Polresta Pontianak, Senin (23/7) sore.

Korban menurut Husni, memang memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan yang disampaikan langsung oleh pihak keluarga.

“Selain itu juga dari pemeriksaan di Kapal KMP Billy bahwa hari kejadian korban meninggalkan motor dan tas yang sudah diserahkan juga kepada pihak keluarga,” terangnya.

Sebelumnya Ratna Ningrum sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Beberapa barang miliknya, mulai dari sepeda motor dan tas ditemukan tertinggal di pelabuhan penyeberangan Fery, Taman Alun-alun Kepuas.

Pada hari Minggu (22/7), jenazahnya ditemukan sudah tidak bernyawa mengapung di Sungai Kapuas.  Saat ditemukan korban menggunakan baju berwarna putih, jaket berwarna krem yang berlogo Universitas Tanjungpura Pontianak KKM FKIP, serta celana panjang warna hitam.

Dari hasil pemeriksaan di RS Sudarso tidak ditemukan adanya tanda tindak kekerasan pada tubuh korban. Korban diketahui ini merupakan guru yang baru saja diangkat sebagai PNS pada 2017 silam. (rah)