Mengenal Lebih Dekat Kasat Lantas Polresta Pontianak, Salbiah Selalu Dekat dengan Masyarakat

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 573

Mengenal Lebih Dekat Kasat Lantas Polresta Pontianak, Salbiah Selalu Dekat dengan Masyarakat
BANTU LANSIA - Kasat Lantas Polresta Pontianak, Kompol Syarifah Salbiah ketika membantu lansia menyebrang jalan di sekitar Pasar Kemuning, Kamis (26/7). (SP/Anugrah)
Sudah menjadi kewajiban dan rutinitas pihak kepolisian dalam melakukan pengamanan dan mengayomi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Namun tak jarang citra polisi di lapangan sering tercoreng oleh ulah-ulah dari berbagai oknum yang melakukan pungli kepada masyarakat. Di tengah kemajuan teknologi ini berbagai informasi memang dengan cepat tersebar ke masyarakat.

SP - Salah satu yang sering dijumpai di lapangan, yaitu Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas). Ada hal yang menarik tertangkap kamera pada Kamis (26/7) pagi di sekitaran Pasar Kemuning, Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan.

Disela melakukan aktivitas pengaturan lalu lintas dan pengecekan personel, dengan aktivitas yang cukup padat, Kasat Lantas Polresta Pontianak, Kompol Syarifah Salbiah masih sempat membantu salah seorang lansia yang tengah menyeberang di tengah suasana lalu lintas yang padat.

Terlihat pula saat itu, Kasat Lantas sibuk membantu ibu-ibu yang berlalu-layang ingin berbelanja di pasar.

Selama ini, polisi wanita senior di Polresta Pontianak yang juga pernah menjadi Kapolsek Pontianak timur ini memang dikenal loyal dan dekat dengan masyarakat, serta selalu siap sedia terjun langsung ke lapangan tanpa mengenal waktu.

Sebagai seorang wanita, tugas yang cukup berat sebagai pimpinan Satuan Lalu Lintas tidak pernah menyurutkan niatnya.

Saat dijumpai Suara Pemred, dia mengatakan bahwa pada pagi itu, dirinya sedang berkeliling untuk melakukan pengecekan personel, saat itulah dirinya melihat seorang lansia yang kesusahan dalam menyeberang di jalan yang padat.

Saat itu, dia langsung memberhentikan kendaraannya dan membantu lansia tersebut untuk menyeberang dengan selamat.

Dia mengatakan, bahwa dirinya merasa memang hal ini sudah menjadi tugas dan kewajibannya untuk membantu masyarakat.

“Sudah menjadi kewajiban kita untuk memberi keselamatan bagi masyarakat. Ini juga untuk mengantisipasi dan menekan angka laka lantas di Polresta ini yang kategorinya cukup tinggi,” ucapnya.

Lansia tersebut, menurutnya selalu melakukan aktivitas pagi di pasar untuk bekerja demi membantu kebutuhan ekonomi keluarga, dikarenakan fisik dari suaminya yang sudah tidak mampu untuk bekerja dikarenakan sakit.

“Jadi pada saat dagangannya habis, saya seberang kan itu, dia pergi ke toko jamu,” tambahnya.

Berdasarkan penuturan penjual jamu di Pasar Kemuning tersebut, lansia tersebut selalu membeli jamu untuk pengobatan suami dan dirinya.

Setiap pagi, rutinitas personel Satlantas Polresta Pontianak selalu diwajibkan dengan melakukan apel personel di setiap titik. Pada waktu-waktu tersebut juga dirinya selalu melakukan pemantauan apel dan pengamanan lalu lintas.

Selain itu, setiap hari juga dilakukan Analisa dan Evaluasi (Anev) terhadap aktivitas setiap harinya yang akan disampaikan kepada personel untuk dilakukan evaluasi kepada personel di lapangan.

“Tentunya Anev itu tujuannya agar mereka tepat waktu, kemudian meninggalkan pos juga tepat waktu, memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Jadi pada saat masyarakat melakukan aktifitas, mereka sudah berada di jalan,” jelasnya.

Dari kegiatan-kegiatan preventif yang dilakukan selama ini, dalam rangka menekan angka fatalitas korban kecelakaan, menurutnya sudah cukup berhasil, karena secara kuantitas angkanya turun, walaupun angka fatalitas masih cukup tinggi.

Ke depan pihaknya akan fokus melakukan pengaturan terhadap angkutan berat dan angkutan barang di jalan raya, yang akan ditertibkan sesuai dengan Peraturan Walikota, yang mengatur waktu diperbolehkan masuk ke area kota atau penertiban terhadap kelengkapan berkendara.

Untuk itu, tanpa henti dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengendara angkutan berat dan angkutan barang, agar memperhatikan kecepatan di jalan raya terutama di Jalan dalam kota dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

Sementara itu, bagi pengendara roda dua dan roda empat juga diimbau menyesuaikan dengan tujuh program prioritas, yaitu tidak menggunakan handphone saat berkendara, menggunakan helm dan sabuk pengaman, tidak melawan arus, tidak berboncengan lebih dari satu orang dan memperhatikan batas kecepatan.

“Kita harus ingat, ada pepatah inggris menyatakan, kita melihat tertib tidaknya suatu bangsa, dilihat dari cara berlalu lintas. Tunjukkan, jika kita masyarakat Kota Pontianak dan Kubu Raya orangnya santun dalam berlalu lintas,” tutupnya. (anugrah ignasia/bob)