Pamong Praja Muda Pontianak 10 Besar Terbaik IPDN 2018

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 3921

Pamong Praja Muda Pontianak 10 Besar Terbaik IPDN 2018
Kartika Sari Liliana, praja muda Kota Pontianak. (Ist)
PONTIANAK, SP - Kartika Sari Liliana, praja muda Kota Pontianak, berhasil meraih peringkat sembilan atau masuk sepuluh besar lulusan terbaik program S1 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXVII tahun 2018.

Bersama 1.456 lulusan lain, dia dikukuhkan menjadi Pamong Praja Muda oleh Presiden Joko Widodo di Lapangan Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (27/7).

“Iya benar, saya meraih prestasi dalam penghargaan Kartika Pradya Utama IX bagi lulusan program S1 IPDN tahun 2018 ini,” kata Kartika saat dihubungi Suara Pemred via WhatsApp.

Prestasi moncer nasional itu tentu membanggakan. Kartika menuturkan prestasi itu diraihnya dengan memaksimalkan dan meningkatkan diri dalam bidang pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan. Ketiga hal itu, menurut Kartika, adalah penilaian yang diperhatikan untuk meraih prestasi di IPDN dan saling memengaruhi satu sama lain.

“Karena tingkat persaingan antarpraja cukup ketat, maka dalam meraih prestasi kita juga perlu aktif, baik secara fisik maupun secara mental,” terangnya.

Atas prestasi yang dia raih, Kartika berharap dapat ditempatkan di pusat atau di Kemendagri. Keinginannya ditempatkan di pusat ternyata ada landasannya. 

“Kami Purna Praja ini telah mendapatkan berbagai pendidikan secara gratis oleh negeri ini lewat Kemendagri, sehingga otomatis kita pasti punya rasa tanggung jawab atas hal tersebut,” jelasnya.

Karena pendidikan telah ditanggung oleh negara, maka para lulusan IPDN terikat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). ASN haruslah menjadi pelopor dalam revolusi mental, khususnya untuk memajukan negara seperti dalam pelaksana kebijakan, pelayan masyarakat, dan pemersatu bangsa. 

“Istilahnya seperti hutang budi sama rakyat yang sudah membiayai kita sekolah di sekolah kedinasan ini secara gratis melalui alokasi dana dari Kemendagri. Dana itu berasal dari pajak rakyat. Jadi, balasan kita atas itu, ya melayani masyarakat dengan maksimal,” tutup Kartika.

Ketika melantik praja muda, Presiden Jokowi menyatakan, lulusan IPDN merupakan penentu reformasi birokrasi untuk menjadikan bangsa Indonesia lebih maju dan jaya.

"Kemajuan Indonesia, ada di tangan ribuan Pamong Praja Muda yang dilantik hari ini, mereka adalah penentu reformasi birokrasi yang memiliki tanggung jawab untuk menghantarkan Indonesia pada kejayaan," kata Presiden.

Presiden menyampaikan pelantikan pamong praja muda yang baru diwisuda itu bukan semata kenaikan status, tetapi awal kewajiban mengabdikan diri ke masyarakat. Pengabdian diri kepada bangsa dan negara untuk menjaga harga diri dan memperkokoh Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika.

"Mereka harus menjadi pamong praja yang mengabdi pada bangsa dan negara dan harus menjaga Pancasila yang meningkatkan dan mendorong kesejahteraan seluruh rakyat," katanya.

Dia menegaskan, praja muda merupakan masa depan pemerintahan dalam menerapkan reformasi birokrasi dengan mengutamakan pelayanan mulai dari tingkat pusat, kabupaten, hingga ke pelosok desa.

"Kecepatan pelayanan dalam merespons kemauan masyarakat harus ditangani serius, saya kira perubahan zaman di tangan anak muda ini harus dihadapi responsif cepat tanggap terhadap keinginan masyarakat," katanya. (shella/antara/balasa)