Komisi V DPRD Bakal Panggil Dinkes Soal Jamkesprov

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 304

Komisi V DPRD Bakal Panggil Dinkes Soal Jamkesprov
Ketua Komisi V DPRD Kalbar, Markus Amid. (SP/Nana)
PONTIANAK, SP – Ketua Komisi V DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Markus Amid mengaku prihatin dengan nasib masyarakat miskin yang tak bisa terakses dengan layanan Jaminan Kesehatan Provinsi (Jamkesprov).

Hal ini, menyusul ditutupnya program Jamkesprov yang selama ini digagas oleh pihak DPRD bersama Pemprov Kalbar.

Padahal kata Markus, program Jamkesprov selama ini sangat membantu bagi masyarakat miskin yang tidak punya BPJS. 

"DPRD Kalbar bersama pihak Pemprov selama ini mengatasinya dengan menyiapkan dana Jamkesprov, yang syaratnya hanya membawa SKTM beserta KTP. Sehingga selama ini banyak menyelamatkan nyawa masyarakat miskin setiap hari berobat di RSUD Sudarso, " ujar Markus, kemarin.

Namun terhitung sejak APBD 2017, program ini tak lagi bisa diakomodir. Persoalannya
pihak rumah sakit sudah tak bisa lagi mengklaim karena tidak diperbolehkan lagi dan menjadi temuan BPK RI. 

"Beberapa bulan lalu saya dapat telepon dari banyak warga yang mengeluh dan terpaksa tidak dapat melanjutkan pengobatan akibat program tersebut tutup. Setelah itu saya komfirmasi ke Direktur RSUD Sudarso dan beliau membenarkan penutupan program itu,” jelasnya. 

Melihat persoalan itu, pihaknya berusaha untuk mencari info solusi yang mungkin bisa jadi jalan keluar. Terutama diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang selama ini banyak terbantu lewat program itu. 

"Hasil kami kunjungan kerja ke Jawa Timur kemarin, kami dapat masukan baru. Di Jawa Timur mereka mengatasi masalah ini dengan menganggarkan dana Jamkin (Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin )," ceritanya.

Atas dasar itu, maka dalam waktu dekat, Komisi V akan segera memanggil Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar untuk duduk bersama membahasnya.

"Komisi V DPRD Kalbar akan memanggil dinas terkait untuk membahas hal tersebut. Berharap apa yang dilakukan di Jawa Timur, juga harus bisa diprogramkan di Kalbar untuk menolong masyarakat sebagaimana disebutkan di atas," pungkasnya. (nak/and)