Tititan Luncurkan Aplikasi Pantau Peredaran Satwa

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 366

Tititan Luncurkan Aplikasi Pantau Peredaran Satwa
LAUNCHING - Yasasan Titian Lestari meluncurkan aplikasi cegah praktik peredaran satwa liar, di Hotel Harris, Senin (30/7). (SP/Giat)
PONTIANAK, SP – Yasasan Titian Lestari meluncurkan Sistem Informasi dan Database Pemantau Peredaran Satwa Liar Berbasis Website dan Android, di Hotel Harris, Senin (30/7).

Berangkat dari ancaman serius terhadap keberlansungan hidup satwa liar di Kalimantan Barat, menjadikan alasan utama Titian mengembangkan sistem tersebut. 

Di mana pihaknya merasa praktik peredaran satwa liar harus diatasi dengan cara yang lebih fektif dan efesien. 

“Pada prinsipnya itu berawal dari mimpi kita sebenarnya, kami merasa kita memang perlu punya data base yang bisa dijadikan sub perencanaan. Aplikasi ini sebagai upaya preventif untuk peredaran satwa liar. Ini dirasa jauh lebih efektif dan efesien,” ujar Direktur Yayasan Titian Lestari, Sulhani.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan walaupun aplikasi yang diberi nama “Borneo Wildlife Care” ini tidak bisa digunakan secara maksimal dalam waktu dekat, namun dalam perencanaan jangka panjangnya, sistem tersebut dapat menjadi salah satu bagian terpenting di dalam penegakan hukum kejahatan satwa liar ke depannya. 

“Bayangan saya basis data dan aplikasi data ini bisa gunakan. Walaupun tidak dalam waktu dekat, tapi lima dan sepuluh tahun akan datang baru efektif bisa kita gunakan,” tuturnya.

Sebagai informasi bahwa aplikasi yang dikembangkan oleh Titian melibatkan masyarakat secara umum. Di mana masyarakat menjadi salah satu bagian terpenting di dalam perlindungan satwa liar di masyarakat. 

Menurut pria yang akrab dikenal dengan Icung tersebut, aplikasi yang pihaknya kembangkan bervisi “Public Scientist” yang mengandalkan kekuatan data dan informasi di dalam pemberantasan kejahatan satwa liar. 

“Sudah bisa didownload di Playstore oleh masyarakat, melalui aplikasi ini masyarakat Kalbar bisa berkontribusi secara nyata dalam melindungi satwa liar,” jelasnya. 

Melalui aplikasi ini, dirinya berharap masyarakat bisa berperan aktif untuk melaporkan setiap kejadian tindak pidana satwa liar dan konflik manusia dengan satwa yang terjadi sekitar lingkungannya. 

Di satu sisi dengan adanya pelaporan peluang perjumpaan berbagai jenis satwa liar di alam bisa menjadi basis data indikasi keberadaan dan kelimpahan satwa liar jenis tentu di alam. 

Dirinya menyadari tantangan dalam mengembangkan aplikasi ini, ke depan tidak mudah. Apalagi dengan meyakini publik untuk menginput ke dalam sistem yang tersedia. Sehingga dari dalam perencanaan jangka pendek Titian akan melakukan sosialisasi secara masif terkait dengan aplikasi ini. 

“Sementara ini dalam jangka pendek, ada dua strategi yang akan kita laksanakan melakukan, di antaranya roadshow dan sosialisasi untuk mengajak mereka terlibat. Kita gelar di 14 kabupaten/kota di Kalbar. Selain itu kita juga akan membentuk simpul-simpul jaringan di daerah, sehingga nanti ada yang menginput ke database,” ujarnya

Sulhani juga mengatakan, pihaknya ingin menanamkan maindset bahwa satwa liar barang publik yang harus dilindungi. "Kita mengajak mereka untuk peduli terhadap keberlansungan satwa liar ini," ajaknya. 

Tidak lupa, dirinya menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh takut untuk melaporkan apabila ada kejahatan berkaitan dengan keberlansungan hidup satwa liar. 

“Tentu keamanan pelapor sudah akan tetap kita jaga, salah satunya aplikasi ini akan tetap menjaga identitas pelapor. Ditambah kita sudah bekerjasama dengan beberapa instansi terkait, sehingga keamanan pelapor dapat kita jamin,” tutupnya. (iat/bob)