Bappeda Susun Rancangan Teknokrat RPJMD 2019-2023

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 608

Bappeda Susun Rancangan Teknokrat RPJMD 2019-2023
SEMINAR - Pj Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmaji saat menghadiri dan membuka Seminar Rancangan Teknokratik RPJMD Kalbar Tahun 2019-2023 di Qubu Resort, Rabu (1/8). (SP/Nana)
PONTIANAK, SP- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda) Provinsi Kalbar mempersiapkan Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalbar Tahun 2019-2023 di Qubu Resort, Rabu (1/8).

Pj Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmadji mengatakan, Rancangan Teknokratik RPJMD merupakan Naskah Akademik RPJMD Kalbar yang memuat kajian secara ilmiah terhadap kondisi, potensi, masalah dan isu-isu strategis yang dihadapi Kalbar 5 tahun ke depan yang wajib dimuat dalam RPJMD, dan akan digunakan sebagai dasar penyusunan rancangan awal RPJMD 2019-2023.

Daerah lanjut, Dodi sesuai dengan kewenangannya menyusun rencana pembangunan daerah sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional sebagaimana amanat UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 

"Rencana ini kemudian dikoordinasikan, disinergikan dan diharmonisasikan oleh perangkat daerah yang membidangi perencanaan pembangunan daerah," ujar Dodi Riyadmadji saat membuka Seminar Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalbar Tahun 2019-2023 di Qubu Resort.

Dikatakannya, penyusunan dokumen rencana pembangunan jangka panjang, menengah dan tahunan daerah menggunakan pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, serta atas bawah dan bawah atas.

"Pendekatan teknokratik dilaksanakan dengan menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan daerah, pendekatan partisipatif dilaksanakan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders)," jelasnya.

Pendekatan politis menekankan bahwa program pembangunan yang ditawarkan masing-masing calon dan wakil kepala daerah terpilih pada saat kampanye disusun ke dalam rancangan RPJMD, dan melalui pendekatan bottom-up dan top-down. Hasilnya kemudian diselaraskan melalui Musrenbang mulai dari desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional, sehingga tercipta sinkronisasi dan sinergi pencapaian sasaran rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah.

Penyusunan Rancangan Teknokratik RPJMD Provinsi Kalbar Tahun 2019 2023 ini merupakan penerapan pendekatan teknokratik dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah. 

Hal ini juga sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Perencanaan, Pengendalian dan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, dimana pada Pasal 41, menjelaskan bahwa salah satu tahap persiapan penyusunan RPJMD adalah penyusunan.

"Rancangan Teknokratik RPJMD yang disusun ini diselesaikan sebelum penetapan kepala daerah terpilih," pintanya.

Dijelaskannya, Rancangan Teknokratik RPJMD Provinsi Kalbar Tahun 2019-2023 ini memuat ambaran umum kondisi daerah, kerangka keuangan daerah, permasalahan dan isu strategis daerah yang disusun berdasarkan pendekatan teknokratis, yaitu berdasarkan evaluasi belumnya dan kondisi terkini yang terjadi serta proyeksi yang akan terjadi pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, maupun kondisi terkini yang terjadi serta proyeksi yang akan terjadi di masa depan.

"Hasil dari kajian dalam Rancangan Teknokratik RPJMD ini, telah dirumuskan 13 isu strategis pembangunan di Kalimantan Barat untuk lima tahun ke depan," katanya. (nak/bob)