Miliki Sabu dan Ekstasi Jenis Baru, Seorang Ibu Diciduk Polisi

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 448

Miliki Sabu dan Ekstasi Jenis Baru, Seorang Ibu Diciduk Polisi
Kasat ResNarkoba Polresta Pontianak menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu. (SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial J (29), ditangkap aparat kepolisian karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Kasat ResNarkoba Polresta Pontianak, AKP Muslimin mengatakan, penangkapan dilakukan di rumah tersangka di Jalan Yam Sabran, Komplek Pentagon, Kecamatan Pontianak Timur, Rabu (1/8), sekira pukul 15:00 WIB.

“Di rumahnya kita lakukan penggeledahan, ditemukan satu dompet berisikan satu paket besar yang diduga sabu, kemudian satu paket plastik yang berisikan ekstasi model baru, bentuknya segi empat,” katanya saat menyampaikan rilis di Mapolresta Pontianak, Kamis (2/8).

Penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat, serta serangkaian kegiatan penyelidikan dan pengecekan di TKP oleh anggota Sat ResNarkoba.

Dari penangkapan ini diamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 25 gram, 20 butir pil ekstasi, satu buah dompet dan satu buah handphone.

Ekstraksi tersebut menurutnya sama saja dengan ekstasi pada umumnya, namun yang berbeda hanya bentuknya.

"Untuk bentuk segi empat dengan warna abu-abu ini termasuk bentuk baru yang ditemukan oleh Polresta Pontianak," katanya.

Setelah dilakukan rangkaian penggeledahan tersebut, tersangka mengakui bahwa barang tersebut merupakan miliknya.

“Tersangka melakukan ini sudah beberapa kali, yang ini yang keempat kali,” jelasnya.

Menurutnya kegiatan sebelumnya yang dilakukan oleh tersangka masih berupa informasi, sehingga aksinya yang keempat ini baru dapat dilakukan penangkapan.

Muslimin mengatakan bahwa penyelidikan terhadap kasus ini sudah dilakukan selama kurang lebih satu bulan.

Mengenai asal usul didapatkannya barang bukti saat ini masih dilakukan pendalaman oleh pihaknya. Namun berdasarkan pengakuan tersangka, barang bukti ini akan dijual kembali kepada temannya yang saat ini masih dalam pencarian.

Barang bukti sabu tersebut menurut Muslimin dibeli tersangka dengan harga Rp400 ribu hingga Rp470 ribu. Sementara untuk harga ekstasi masih dalam pendalaman.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, tersangka enggan mengakui bahwa barang bukti tersebut merupakan miliknya, dia berdalih bahwa barang tersebut merupakan titipan temannya.

Terkait dalih tersangka tersebut, dia mengatakan bahwa hal itu tidak menjadi masalah, sebab berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan bahwa barang tersebut ada pada tersangka.

Tersangka menurutnya berdasarkan pemeriksaan sementara merupakan kurir barang haram tersebut.

Pada tahun 2018 ini menurutnya tercatat sudah 45 kasus narkotika yang telah diungkap oleh Sat ResNarkoba Polresta Pontianak. (rah)