Pencanangan Kampanye Measles Rubella (MR) Terintegrasi, Pemkot Targetkan 100 persen Cakupan Imunisasi

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 510

Pencanangan Kampanye Measles Rubella (MR) Terintegrasi, Pemkot Targetkan 100 persen Cakupan Imunisasi
PUKUL GONG - Pj Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmaji membuka kegiatan Pencanangan Kampanye Measles Rubella (MR) Terintegrasi Bulan Pemberian Vitamin A di Kantor Camat Pontianak Barat, Jalan Tabrani Ahmad, Rabu (1/8). (Humas)
Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan, Kementerian Kesehatan, M. Subuh
"Kita berharap, Kota Pontianak bisa mendapat capaian seperti di Pulau Jawa, sehingga tidak ada keraguan lagi bahwa masyarakat kita tidak diberikan perlindungan."

PONTIANAK, SP – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Sekretariat Daerah mengadakan kegiatan Pencanangan Kampanye Measles Rubella (MR) Terintegrasi Bulan Pemberian Vitamin A di Kantor Camat Pontianak Barat, Jalan Tabrani Ahmad, Rabu (1/8). 

Kegiatan itu dihadiri oleh Pj Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmaji, Wakil Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Andy Jap, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan, Kementerian Kesehatan, M. Subuh, dan para pejabat pemerintah baik pusat maupun daerah, serta masyarakat umum.

Terkait kampanye yang diadakan, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar sekaligus ketua panitia kegiatan, Andy Jap mengatakan, bahwa tiap tahun selalu ada anak-anak yang terserang Measles atau yang lebih dikenal dengan campak dan rubella. 

Rubella, menurut Andy adalah penyakit ringan. Akan tetapi berbahaya jika menular pada ibu hamil. “Jadi sebenarnya yang mau kita antisipasi adalah jangan sampai para ibu hamil tertular oleh rubella,” ujarnya. 

Rubella umumnya merupakan penyakit yang dialami anak-anak. Ketika anak-anak terserang, yang ditakutkan kemudian kontak fisik dengan ibunya yang bisa menyebabkan penularan.

“Takutnya nanti, virusnya masuk ke janin, yang bisa mengakibatkan cacat bawaan,” imbuhnya.
 
Meskipun diantisipasi, namun Andy mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan data untuk cacat bawaan akibat rubella pada bayi baru lahir. Secara nasional, datanya memang masih sulit didapat karena belum semua rumah sakit melaporkan. 

“Artinya, kemungkinan (cacat bawaan) memang tidak ada. Di Kalbar sendiri pun, kita belum pernah mendengar laporan ibu hamil yang terserang rubella dan anaknya cacat,” pungkasnya.  

Kampanye sekaligus imunisasi tahap II Measles dan Rubella, sejak 1 Agustus akan diberlakukan di seluruh Indonesia. Tahap I, sudah dilakukan di Pulau Jawa tahun lalu dan hasilnya 101 persen berhasil. Khusus untuk wilayah Kalimantan Barat, kampanye dan imunisasi diadakan dalam waktu kurang lebih dua bulan, yakni pada Agustus—September 2018. 

“Ini adalah hari bersejarah dalam sejarah imunisasi. Karena, imunisasi Measles dan Rubella untuk menggantikan imunisasi rutin campak,” ujar M. Subuh, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan, Kementerian Kesehatan.  

Ada perbedaan antara imunisasi rutin campak dan imunisasi Measles Rubella. Pada imunisasi Measles dan Rubella ini, sasarannya diperluas, yakni untuk anak usia 9 bulan, 18 bulan, sampai pada usia kurang dari 15 tahun. Alasan diberlakukan imunisasi MR pada semua sasaran usia anak, agar tidak ada gap dalam hal kekebalan tubuh. 

“Kita berharap, Kota Pontianak bisa mendapat capaian seperti di Pulau Jawa, sehingga tidak ada keraguan lagi bahwa masyarakat kita tidak diberikan perlindungan,” papar Subuh. 

Kemudian, Subuh mengingatkan, perlu dicatat bahwa semua sasaran harus diimunisasi tanpa melihat status imunisasi seseorang. Ia berharap agar kegiatan ini pun bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. 

“Karena apa? Karena ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan perlindungan,” imbuhnya.
 
Sementara, masyarakat peserta imunisasi pun mengakui bahwa imunisasi ini sangat bermanfaat. “Manfaatnya ya, baik untuk anak, bisa mencegah anak dari penyakit. Jadi, sebagai orangtua saya merasa tenang, karena pencegahan penyakit tidak sulit lagi didapatkan semenjak ada imunisasi ini,” tutur Asiah, warga Pontianak Barat usai mengimunisasi anaknya. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menargetkan 100 persen anak-anak di Kota Pontianak mendapatkan imunisasi campak dan Measles Rubella (MR). Sasaran cakupan imunisasi adalah anak dengan usia 9 - 15 tahun. 

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan pemerintah mengapresiasi dan berterimakasih atas terselenggaranya pencanangan imunisasi di Kota Pontianak, khususnya di Kecamatan Pontianak Barat ini.

Nantinya direncanakan akan ada 150 ribu anak akan mendapatkan imunisasi, yang diharapkan akan bisa dilakukan 100 persen.

Dia mengatakan bahwa ibu-ibu jajaran Dinas Kesehatan Kota Pontianak, bersama seluruh kepala Puskesmas, seluruh tim penggerak PKK dan Posyandu nantinya akan berperan dalam menyukseskan pencanangan imunisasi rubela ini.

“Karena kita ketahui Kota Pontianak sekarang ini, tingkat kepadatan penduduk di atas 65 persen,” katanta.

Penularan virus ini sangat memungkinkan terjadi melalui kontak bersin. Untuk itu, ini perlu diinformasikan kepada masyarakat bahwa apapun tidak boleh dianggap enteng dalam masalah penanganan penyakit ini, sehingga diharapkannya Kota Pontianak bisa bebas dari virus.

Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebutkan, ada sekitar 150 ribu warga dengan rentang usia tersebut di Kota Pontianak. 

“Kami akan libatkan sekolah-sekolah, baik sekolah negeri, sekolah swasta maupun sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama,” ujarnya usai pencanangan Kampanye Measles Rubella (MR) di Kantor Camat Pontianak Barat, Rabu (1/8).

Ia berharap jajaran Dinas Kesehatan Kota Pontianak beserta seluruh Puskesmas yang ada ini bisa maksimal melakukan pencanangan imunisasi serta menyosialisasikan kepada warga Kota Pontianak, terutama dengan melibatkan PKK dan Kader Posyandu. 

“Supaya tidak ada lagi virus yang menyebabkan penyakit campak dan rubella,” sebutnya.

Diakui Edi, kondisi saat ini di Pontianak masih normal. Kendati demikian, perlu dilakukan langkah antisipasi dengan mendata anak-anak yang lahir. Virus penyebab rubella memang harus dibasmi. 

“Tetapi yang tak kalah penting adalah bagaimana menjalankan pola hidup sehat dan itu harus terus dicanangkan,” tuturnya.

Ia juga mengimbau masyarakat supaya senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, peduli terhadap lingkungan, misalnya ada gejala campak dan rubella, serta menjalankan pola hidup sehat.

“Ibu-ibu hamil harus memeriksakan kandungannya secara rutin, membawa anak ke Puskesmas untuk dilakukan imunisasi atau pengobatan-pengobatan. Dengan integrasi ini tentu akan membuat efisiensi dan efektivitas cakupan program pada kelompok sasaran balita,” pungkasnya.

Pj Gubernur Ajak Partisipasi Semua Pihak

Penjabat Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmadji yang turut hadir dalam pencanangan ini dalam sambutannya mengatakan bahwa kampanye imunisasi masal ini merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pencapaian eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit Rubella yang disebabkan oleh infeksi rubela saat kehamilan pada tahun 2020.

Imunisasi massal ini juga bertujuan untuk memutus transmisi penularan virus campak dan Rubella yang ada di masyarakat.

Dalam rangka menyukseskan imunisasi tahun 2018, dia mengajak seluruh dinas, lembaga terkait beserta perangkat kerjanya dan organisasi masyarakat dan LSM untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam imunisasi massal ini.

Sebagaimana laporan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, bahwa sasaran pelaksanaan kegiatan imunisasi massal MR adalah seluruh anak usia 9 bulan sampai 15 tahun, yang berjumlah sekira 1,3 juta anak seluruh Kalbar. Sedangkan di Kota Pontianak sekira sebanyak 150 ribu anak.

“Imunisasi MR ini tidak akan bisa berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh seluruh lintas sektor,” ucapnya.

Dia menyampaikan bahwa peran tim penggerak PKK dan organisasi lainnya, tokoh masyarakat, tokoh agama, alim ulama serta para pengasuh pondok pesantren sangat diharapkan dalam penyuluhan dan penggerakan sasaran, agar masyarakat luas dapat menerima informasi terkait tujuan waktu dan jadwal, serta dapat menggerakkan kelompok sasaran.

Doddy juga mengharapkan agar organisasi profesi di bidang kesehatan juga turut mendukung kegiatan ini.

“Saya juga mengajak partisipasi para awak media massa, cetak maupun elektronik untuk menerbitkan berbagai berita pesan pelayanan masyarakat dan informasi-informasi terkait dengan campak dan rubella,” imbuhnya.

Tidak lupa juga Doddy mengingatkan, agar masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ini dengan membawa anak usia sembilan bulan sampai dengan 15 tahun untuk datang ke tempat pelaksanaan imunisasi. 

Dia juga mengapresiasi pemerintah Kota Pontianak yang menjalankan imunisasi ini dengan pemberian vitamin A pada balita di bulan Agustus. (lha/rah/nak/bob)