Selasa, 17 September 2019


Diintimidasi saat Liputan, Wartawan Laporkan Driver Taksi Online ke Polisi

Editor:

Indra W

    |     Pembaca: 486
Diintimidasi saat Liputan, Wartawan Laporkan Driver Taksi Online ke Polisi

Rossi bersama Boyke saat menyampaikan pengaduan ke Polsek Pontianak Kota, Sabtu (4/8) malam.

PONTIANAK, SP - Rossi Yulizar, seorang video jurnalis iNews TV di Kalbar, melaporkan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh sejumlah driver  taksi online pada pihak kepolisian.

Kontributor MNC Media Group ini sebelumnya diintimidasi saat meliput keributan antara pemilik ruko dan para driver taksi online, di Jalan Ampera, Kecamatan Pontianak Kota, Sabtu (4/8) sore. Dia dipaksa  menghapus rekaman video hasil liputannya.

"Awalnya, jam lima sore saya lewat di Jalan Ampera. Tiba-tiba ada perkelahian antara sejumlah driver taksi online dan pemilik ruko yang melarang mobil-mobil taksi online parkir liar di depan ruko,” ujar Rossi.

Sebagai seorang jurnalis, Rossi pun meliput dan merekam peristiwa menegangkan itu. Sebelum merekam, dia mengaku telah mengalungkan kartu persnya. Dia juga sempat menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan keributan itu.

“Namanya jurnalis, ketika ada kejadian, ya langsung mengeluarkan kamera (HP) untuk merekam video kejadian itu,” cerita Rossi.

“Nah, setelah itu saya diteriaki salah satu driver taksi dan langsung diukuti driver lainnya. Mereka mengepung saya dan memaki serta menarik baju sambil mendorong badan saya,” tambahnya.

Salah satu driver sempat mencegah agar tidak melakukan pemukulan terhadap Rossi. Para driver taksi online tersebut kemudian  memaksa agar Rossi menghapus rekaman video di handphone miliknya. Bahkan handphone dirampas dan kartu persnya ditarik.

"Mereka mengancam dan meminta saya agar segera menghapus gambar yang sudah direkam. Saya hapus di hadapan mereka. Eh, tiba-tiba salah seorang driver merampas HP saya dan membawanya pergi untuk mengecek sisa gambar. Driver lain menarik id card di leher saya untuk difoto sembari mengancam saya agar tidak lagi mengambil gambar dan meliput kejadian itu,” ucapnya.

Usai intimidasi itu, para driver meninggalkan Rossi di lokasi kejadian dan melanjutkan perseteruan dengan pemilik ruko. 

Rossi mengatakan bahwa intimidasi tersebut sudah adukan ke Polresta Pontianak, untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.

Menurutnya laporan disampaikan kepada pihak kepolisian agar tidak terjadi hal serupa dikemudian hari terhadap para wartawan dalam menjalankan pekerjaan yang dilindungi UU.

Dalam pelaporan ini, Rossi didampingi Boyke Sinurat, Koordinator Divisi Hukum Advokasi dan Serikat Pekerja Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak, serta didampingi oleh perwakilan kontributor MNC Group. (rah)