Moeldoko Melantik Pengurus HKTI Kalbar

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 544

Moeldoko Melantik Pengurus HKTI Kalbar
PELANTIKAN - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal Purn Dr Moeldoko saat melantik pengurus HKTI Kalbar. (SP)
PONTIANAK, SP – Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal Purn Dr Moeldoko menegaskan kembali bahwa, organisasi yang dipimpinnya tidak melakukan politik praktis. Politik HKTI adalah politik membangun kedaulatan pangan Indonesia.

“Perjuangan HKTI adalah memakmurkan petani dan membangun kedaulatan pangan,” kata Moeldoko saat melantik Dewan Pengurus HKTI Provinsi Kalimantan Barat di tepian Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat. 

Hadir dalam pelantikan tersebut antara lain, Pj Gubernur Kalbar Doddy Riadmadji, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, serta Ketua HKTI Kalbar, Edy Suyanto.

Mantan Panglima TNI yang kini digelari sebagi Panglima Tani menyatakan, “HKTI hadir sebagai solusi bagi petani dan pertanian Indonesia.”

Moeldoko menjadikan HKTI sebagai “bridging institution” yang menjembatani petani dengan pemerintah, pasar, industri, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya.

HKTI juga menjadi mitra strategis yang positif pemerintah, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dalam membangun pertanian dan memakmurkan petani.

Moeldoko menjadi Ketua Umum HKTI sejak tanggal 10 April 2017. Pengurus DPN HKTI Periode 2017-2020 yang dipimpinnya sudah mendapat pengakuan dan pengesahan Menteri Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Menkumham Nomor AHU- 0000056.AH.01.08 tahun 2018.

“HKTI yang saya pimpin adalah satu-satunya HKTI yang legal, sehingga saudara-saudara jangan pernah ragu untuk berkarya dan bekerja, membangun pertanian dan pertanian Indonesia,” tegas mantan Panglima TNI tersebut.

Legalitas penting tapi juga lebih penting legitimasi. “Bagaimana kita mendapatkan legitimasi masyarakat dengan berkarya nyata,” tegasnya.

Moeldoko yang juga menjabat Kepala Staf Kepresidenan RI memaparkan, ada lima permasalahan pertanian, yaitu persoalan tanah, permodalan, teknologi, manajerial, dan pasca panen.

Dalam teknologi, Ketum HKTI antara lain sudah mengembangkan bibit padi M-70-D, M-400, dan produk terbaru adalah, kentang rata-rata dengan hasil produksi 25 ton per ton.

Pj Gubernur Kalimantan Barat Doddy Riadmadji mengingatkan, pertanian masih menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Kalbar menetapkan pertanian sebagai unggulan termasuk pariwisata.

Kehadiran HKTI harus memiliki peran besar dalam pengembangan pertanian Kalbar, dan melakukan bimbingan pada petani untuk meningkatkan produktivitas.

Ketua Dewan Pengurus HKTI Provinsi Kalimantan Barat, Edy Suyanto menegaskan, HKTI Kalbar akan bekerja keras membangun ketahanan pangan dan pertanian Indonesia.

“Kami menindaklanjuti arahan Presiden RI dan Ketum HKTI, agar HKTI mengembalikan kejayaan rempah Indonesia,” paparnya.

Karena itu, Edy Suyanto menegaskan mendukung kepemimpinan nasional yang peduli pada petani dan pertanian Indonesia. Seusai pelantikan, Ketum HKTI meresmikan kantor DPP HKTI Kalbar dan membuka HKTI Expo Kalbar. 

Sementara, Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Pusat, Mayjen TNI Purn B Budi W mengatakan, dilantiknya kepengurusan HKTI Kalimantan Barat, diharapkan kedepan HKTI bisa sebagai jembatan, menangani persoalan pertanian dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kita (HKTI Pusat) total sudah melantik kepengurusan HKTI di 30 provinsi. Di Kalbar, Minggu besok kita kembali melantik ketua dan kepengurusan HKTI yang terbaru. Hasil Musprov beberapa waktu lalu, terpilihlah Edy Susanto sebagai Ketua HKTI Kalbar,” ungkapnya. (ril/pon/lis)