Lintas Organisasi Kepemudaan Gelar Aksi Peduli Gempa Lombok

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 330

Lintas Organisasi Kepemudaan Gelar Aksi Peduli Gempa Lombok
Aksi sosial peduli gempa di Lombok yang digelar Lintas Organisasi Kepemudaan (OKP) Kalimantan Barat. (SP/Lha)
PONTIANAK, SP - Hempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8) lalu, menyisakan duka bagi masyarakat Tanah Air. Berbagai aksi solidaritas pun bermunculan di berbagai daerah. 

Salah satunya yakni aksi sosial "Peduli Gempa di Lombok" yang digelar Lintas Organisasi Kepemudaan (OKP) Kalimantan Barat, Sabtu (11/8).

Aksi yang diadakan di Taman Digulist itu, melibatkan 19 OKP, di antaranya BPAN, PMKRI Pontianak, HMPPDK (Ketapang), PMKRI Sei. Raya, GMKI, PANDU, HMI Terbiyah, HMI Dakwah, HMI Syariah, FISIP, Teras Betang, GMNI, KERAMPAK, FMDKS, Pemuda Perdamaian, HIMAHBUDHI, ATAK-AW Pontianak, IPDKH (Kapuas Hulu), dan IPDKR (Kubu Raya).

Paulus Ade, selaku koordinator lapangan mengatakan, aksi sosial itu memang dikhususkan untuk membantu korban gempa di Lombok. Namun, tentu ada tujuan jangka panjang yang ditargetkan oleh berbagai OKP di Kalbar.

"Pada Pilgub kemarin, kita sudah mulai terpancing isu suku dan agama. Makanya kita berharap, OKP bisa memberikan pandangan. Kalaupun ada tokoh-tokoh politik yang suka memancing soal isu suku dan agama, kita menunjukkan bahwa kita tidak memandang suku dan agama dalam pergerakan bersama; bagaimana kita menjaga keutuhan NKRI," paparnya.

Selain itu, persatuan lintas OKP juga dimaksudkan untuk tetap bersinergi menjelang momentum Pilpres.

Menurut Paulus, jelang Pilpres mendatang, akan ada pertarungan yang (agak) sengit. Suatu saat, tentu hal-hal sensitif yang telah disebutkan sebelumnya akan dijadikan isu-isu lagi untuk memancing konflik-konflik di daerah. 

"Harapannya, semoga pemuda-pemuda yang tergabung dalam OKP bisa memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik," ujarnya.

Aksi sosial yang mengundang masyarakat umum untuk bergabung itu, menggelar beberapa acara seperti panggung akustik, pembacaan puisi, penyalaan 1.000 lilin, doa bersama lintas agama, dan diakhiri dengan penggalangan dana. 

Namun, kegiatan tak berakhir sampai di situ. Penggalangan dana akan dilanjutkan dengan mengamen di kafe-kafe selama tiga hari ke depan. (lha)