Kanwil Kemenkumham Kalbar Beri Remisi 2.510 Narapidana Kalbar

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 493

Kanwil Kemenkumham Kalbar Beri Remisi 2.510 Narapidana Kalbar
Upacara pengibaran bendera Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus di Lapas Klas II A Pontianak, Jumat (17/8). (SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalbar kembali memberikan remisi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di lingkungan Lapas dan Rutan seluruh Kalbar.

“Untuk Kalimantan Barat 2.510, yang Remisi Umum (RU) 1 yang belum bebas ada 2.388, yang bebas langsung 122,” ujar Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalbar, Rochadi Iman Santoso, usai upacara pengibaran bendera 17 Agustus di Lapas Klas II A Pontianak, Jumat (17/8).

Sementara untuk di Lapas Klas II A Pontianak total keseluruhan yang mendapatkan RU tahun 2018, sebanyak 628 orang WBP, yang terdiri dari RU I sebanyak 34 orang dan RU II sebanyak 594 orang dari total 811 orang WBP.

Warga binaan yang mendapat remisi ini mulai dari narapidana kriminal umum hingga narapidana kriminal khusus. Namun yang paling banyak mendapat remisi narapidana dengan kasus kriminal umum.

“Tapai kalau pidana khusus kan prosesnya ada tahapan-tahapan yang harus dilalui,” ujarnya.

Begitu juga dengan narapidana kasus narkotika yang juga masuk dalam kategori kriminal khusus yang juga mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan.

Jika memang sudah menjadi justice kolaborator serta sudah melalui tahap pertimbangan maka narapidana kasus narkotika juga akan mendapatkan remisi, walaupun belum ada yang mendapatkan remisi bebas.

Dia mengatakan salah satu yang menjadi pertimbangan bagi narapidana yang mendapat remisi yaitu salah satunya telah menjalani masa kurungan selama enam bulan.

Selain itu berkelakuan baik juga menjadi salah satu syarat agar narapidana bisa mendapatkan remisi selain dari waktu masa tahanan yang memang sudah masuk dalam ketentuan.

“Tapi tinggal jumlahnya kan beda-beda,” tambahnya.

Lama waktu remisi yang diberikan tersebut ada yang mendapatkan satu bulan, dua bulan, tiga bulan hingga enam bulan.

Disampaikannya bahwa pemberian remisi ini juga merupakan hak dari narapidana yang harus diberikan.

Sementara itu Penjabat gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji yang bertindak selaku inspektur upacara mengatakan, pemberian remisi ini merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap tingkah laku dari narapidana yang baik dalam satu tahun menjalani masa hukuman kurungan.

“Oleh karena itu, sebenarnya konsep yang diterapkan oleh Kalapas atau Kementerian Hukum dan HAM ini adalah memberikan apresiasi kepada terpidana sekalipun yang sudah mencoba untuk berbuat dan bertingkah laku yang baik,” katanya.

Ini merupakan konsep untuk memperbaiki tingkah laku, sikap dan lain-lain dari narapidana, agar terus berbuat kebaikan.

Salam upacara ini, para petugas Lapas seluruhnya menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah yang merupakan arahan dari presiden Joko Widodo bagi seluruh Lapas yang ada di Indonesia.

Untuk itu, Dody memberikan apresiasinya kepada pemerintahan saat ini yang menyadari banyaknya perbedaan yang ada di Indonesia, mulai dari suku, ras dan agama.

“Berbeda itu bukan untuk kita lalu kemudian menjaga jarak,” imbuhnya.

Konsep ini juga harus disadari oleh anak muda yang ada, agar melalui perbedaan ini bisa bersatu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

“Pasti hasilnya akan lebih bagus,” pungkasnya. (rah)