Warga Muslim Kota Pontianak Salat Idul Adha di Tengah Kabut Asap

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 354

Warga Muslim Kota Pontianak Salat Idul Adha di Tengah Kabut Asap
Warga melaksanakan Salat Idul Adha di tengah kabut asap di Taman Alun-alun Kapuas Pontianak, Rabu (22/8) pagi. ( SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Ribuan warga muslim Kota Pontianak melaksanakan Salat Idul Adha di Taman Alun-alun Kapuas, Jalan Rahadi Oesman, Pontianak, Rabu (22/8) pagi. 

Meski kota ini diselimuti kabut asap akibat kebakaran lahan, warga berbondong-bondong datang memadati lapangan terbuka itu mulai pukul 06.00 WIB. Beberapa di antaranya, mengenakan masker.

Noor (45) warga Pontianak Barat mengaku hampir tiap tahun dia sekeluarga melaksanakan Salat Ied di Taman Alun-alun Kapuas. Salat Ied di tengah kondisi kabut asap bukan hal baru baginya.

"Beberapa tahun sebelumnya juga begini. Kita Salat Ied di tengah asap," katanya," Rabu (22/8).

Sebelum pergi melaksanakan salat, dia dan keluarganya memilih menggunakan masker untuk menghindari hal yang tak diinginkan, apalagi kondisi udara di Kota Pontianak saat ini masuk kategori tidak sehat. 

"Karena saya juga bawa anak-anak, jadi pakai masker. Asap semakin pekat soalnya," ujar Noor.

Khatib pada Salat Idul Adha ini dipimpin oleh H. Zulfan Affan Abdurrahman. Dalam ceramahnya dikatakan bahwa ibadah kurban adalah lambang kepatuhan dan kepedulian.

Dari situlah dia berharap akan semakin tumbuh kepatuhan-kepatuhan, khususnya umat Islam dalam menjalankan ajaran agama dan semua urusan dunia sebagai warga yang baik. 

"Tidak justru sebaliknya melakukan sesuatu yang justru merugikan orang lain," katanya.

Dia mencontohkan, sesuatu yang merugikan orang lain diantaranya yakni kebakaran lahan yang sedang terjadi. Akibatnya banyak orang yang merana dan kesusahan dari kebakaran lahan itu. 

"Dengan hari raya kurban ini, kita berharap akan lahirnya manusia-manusia yang semakin kuat kesadarannya," ujarnya.

Ibadah kurban menurutnya sebagai lambang kepedulian. Dimana saat ini banyak orang yang butuh bantuan serta pertolongan. Apalagi bencana yang sedang terjadi di sana-sini pada saat ini.

Maka dengan momentum ini diharap tumbuhlah kepedulian, kesetiakawanan sosial kepada sesama. 

"Ini saya kira, hikmah yang kita sampaikan pada hari ini," ucapnya. (rah/ind)