Kapolda: 12 Tersangka Pembakar Lahan Sudah Ditangkap Polisi

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 337

Kapolda: 12 Tersangka Pembakar Lahan Sudah Ditangkap Polisi
Anggota polisi sedang melakukan pemadaman kebakaran lahan di belakang Fakultas Kedokteran Untan, Kamis (23/8) sore. (SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, hingga saat ini pihak kepolisian telah mengamankan sebanyak 12 orang tersangka pembakar lahan di seluruh Kalbar.

Dikatakannya, setidaknya ada tiga instrumen hukum yang dapat menjerat pelaku, mulai dari pengelolaan lingkungan hidup, kehutanan dan perkebunan.

“Inilah yang menjadi landasan atau instrumen kami untuk melakukan tindakan tegas dalam arti penegakkan hukum, setidaknya penegakkan hukum untuk memberikan efek jera, bahwa membakar hutan dengan sembarangan itu dilarang,” katanya saat turun langsung ke lokasi kebakaran lahan dibelakang Fakultas Kedokteran Untan Pontianak, Kamis (23/8) sore.

Menurut Kapolda, kabut asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi saat ini, selain memberikan dampak terhadap kesehatan, juga mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada. 

Begitu pula dampak ekonomi, karena akan mempengaruhi kebutuhan pokok hidup manusia serta meningkatkan dampak inflasi. Karhutla juga dapat mengganggu penerbangan udara, transportasi laut dan darat. 

“Yang paling cepat adalah aspek kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.

Sebab sekolah di Pontianak dan Kubu Raya juga sempat diliburkan oleh pemerintah, karena kondisi udara yang sudah tidak sehat.

"Untuk itulah, penegakkan hukum terhadap pelaku Karhutla harus ditegakkan," katanya.

Sementara itu, terkait korban jiwa, hingga saat ini sudah ada empat korban jiwa yang diakibatkan oleh kebakaran lahan.

Korban meninggal tersebut merupakan pembakar lahan yang terjebak akibat api yang membesar.

“Anak-anak dua, dewasa dua, ini belum tahu yang lain, laporan terakhir empat,” pungkasnya.

Korban kebakaran lahan tersebut dua orang anak-anak terjadi di Kabupaten Melawi, satu orang dewasa di Kabupaten Sambas dan satu di Kabupaten Sintang. (rah)