Pelaksanaan Salat Iduladha 1439 Hijriyah, Tim Orange Gesit Bersihkan Alun-Alun Kapuas

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 228

Pelaksanaan Salat Iduladha 1439 Hijriyah, Tim Orange Gesit Bersihkan Alun-Alun Kapuas
PUNGUT SAMPAH - Pasukan Orange Kota Pontianak dengan gesit membersihkan sampah di lokasi Salat Iduladha di Alun-Alun Kapuas, Rabu (22/8). (SP/Anugrah)
Usai melaksanakan Salat Iduladha, Petugas Kebersihan Kota Pontianak atau yang dikenal Tim Orange dengan gesit membersihkan Taman Alun-alun Kapuas, Jalan Rahadi Oesman dari sisa-sisa sampah koran yang digunakan jemaah sebagai alas.

SP - Diketahui, ribuan masyarakat Kota Pontianak tumpah ruah melaksanakan Salat Iduladha atau peringatan Hari Raya Kurban di Taman Alun-alun Kapuas, Rabu (22/8) pagi. Dalam kesempatan itu, turut hadir pula Pj Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmaji.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Tinorma Butar Butar mengatakan bahwa rutinitas pembersihan sampah ini, selalu dilaksanakan setelah salat.

“Sekarang ini kita gerakkan 100-an tim orange. Sedangkan total di Kota Pontianak, kita ada sekitar 200 lebih,” ucapnya.

Dijelaskannya bahwa tim ini selaku siap siaga di lokasi setiap tahun dalam kegiatan hari-hari besar. Mereka merupakan tim rutin, yang dilemburkan di hari-hari besar.

Menurutnya dalam tiga tahun kebelakang ini, masyarakat Kota Pontianak sudah memiliki kesadarannya dalam hal kebersihan. Pasalnya, tahun ini koran-koran yang dipungut sudah tidak terlalu banyak.

“Karena mereka banyak juga yang bawa balik atau bawa peralatan salatnya dari rumah,” tambahnya.

Dalam tiga tahun terakhir, jumlah sampah koran yang ada berkisar sekira 50-an kilogram saja, tidak seperti dahulunya yang bisa mencapai satu ton.

Koran itu juga menurutnya masih dimanfaatkan, sebab ada masyarakat yang datang untuk mengambil, atau dibawa juga oleh tim untuk dijual, 

“Jadi tidak menjadi sampah juga,” imbuhnya.

Tinorma mengatakan bahwa kerjasama dengan masyarakat saat ini sudah sangat bagus, dengan adanya sosialisasi-sosialisasi, baik dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI) ataupun dari Dinas Lingkungan Hidup.

Sementara itu terkait kondisi udara, di mana pelaksanaan Salat Ied yang masih diselimuti kabut asap. Sejak kemarin menurutnya sudah menurun, sudah dalam kondisi kategori sangat tidak sehat, dari sebelumnya sudah sempat berbahaya.

“Tapi kemarin setelah adanya hujan, menurun lagi (kondisi asap). Mudah-mudahan, dengan kondisi ini, hari ini ada hujan,” tuturnya lagi.

Untuk itu, masyarakat diimbaunya untuk terus waspada, di antaranya menggunakan masker ketika keluar rumah, banyak minum air putih bahkan minum vitamin C atau memakan buah-buahan.

“Kita terus lakukan berbagai upaya, di antaranya patroli dan membagikan masker. Selain itu, kita tetap mensosialisasikan kepada masyarakat, supaya tidak membakar sampah ataupun lahan, dengan harapan cuaca bisa kembali seperti semula,” jelasnya.

Melalui alat pemantau AQMS yang ada di Jalan Ahmad Yani, ataupun indoor yang ada di kantor, sekarang ini kategorinya sudah turun, dari hari Senin yang sempat berstatus berbahaya.

“Alat kita berfungsi baik, itukan alat kita dari kementerian dan itupun pusat memantau dari sana, karena link-nya langsung ke pusat,” ungkapnya.

Terkait kemungkinan ada penambahan libur jika sampai minggu depan tidak terjadi perubahan udara, dia mengatakan hal itu tergantung dari kepala daerah.

Tapi yang jelas, jika hari Kamis (hari ini -red), jika memang ada penurunan kondisi kabut, bisa jadi libur sudah ditarik lagi untuk anak-anak, agar bisa bersekolah kembali.

“Itu tinggal tergantung kualitas udara kita, dan itu kepala daerah yang memutuskannya,” pungkasnya. (anugrah ignasia/bob)