Senin, 16 Desember 2019


Rekontruksi Pembunuhan di Kandang Ayam, Kalis Sempat Berencana Membunuh dengan Menyetrum Korban

Editor:

Indra W

    |     Pembaca: 892
Rekontruksi Pembunuhan di Kandang Ayam, Kalis Sempat Berencana Membunuh dengan Menyetrum Korban

Adegan rekonstruksi yang dilakukan oleh tersangka pada saat melakukan pembunuhan terhadap kedua korban. ( SP/Rah)

PONTIANAK, SP - Satreskrim Polresta Pontianak menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan Pidelis Kalis (PK) terhadap dua rekan kerjanya, Kontansius Pranoto (KP) dan Petrus Jun Heri (PJH).

PK merupakan tersangka yang tega menghabisi nyawa kedua rekannya dengan menggunakan palu saat korban sedang tidur di lokasi peternakan ayam di Desa Rasau Jaya III, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (11/8) lalu.

Rekonstruksi itu dilakukan di Aula Mapolresta Pontianak, Kamis (23/8) pukul 09:00 WIB. Ada 46 adegan yang dikakukan dalam rekontruksi tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol M Husni Ramli mengatakan, dari rekontruksi itu terlihat jelas motif tersangka melakukan pembunuhan karena sakit hati.

"Tersangka merasa sakit hati karena sering dihina oleh kedua korban dengan kata-kata yang tidak pantas," kata Husni.

Husni menyampaikan bahwa tersangka juga terlihat telah merencanakan pembunuhan tersebut dengan matang. Bahkan awalnya tersangka sempat berencana akan melakukan pembuhnuhan dengan cara menyetrum kedua korban.

“Namun karena kesulitan kabel, yang ditemukan kabelnya kurang panjang dan jauh dari colokan,” ujarnya.

Karena tidak bisa melakukan penyetruman, akhirnya tersangka memikirkan cara lain untuk melakukan pembunuhan.

"Setelah sempat minum arak, tersangka kemudian melakukan aksinya dengan mengambil palu. Kedua korban dihantamkan palu pada bagian kepala, dibagikan belakang,” imbuhnya.

Kedua korban kemudian ditebas oleh tersangka dengan menggunakan parang pada bagian leher dan dada.

Kondisi tersangka termasuk kedua korban menurut Husni, sebelumnya sempat meminum arak bersama-sama.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

Pihaknya juga telah memeriksa sebanyak tujuh orang saksi, termasuk saksi yang pertama menemukan jenazah korban pada pagi hari sekira pukul 08:30 WIB.

Tersangka diketahui menghabisi kedua korban saat keduanya sedang tidur. (rah)