Dampak Karhutla Meresahkan Warga, 26 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Pembakar Lahan

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 510

Dampak Karhutla Meresahkan Warga, 26 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Pembakar Lahan
Kapolda Kalbar, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH saat memadamkan kebakaran lahan di Pontianak. (hms)
PONTIANAK - Kapolda Kalbar, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, kembali mengingatkan dan menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan.

Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat harus betul-betul memahami persoalan yang terjadi akibat karhutla saat ini.

“Dampak yang diakibatkan dari karhutla ini sudah sangat meresahkan warga masyarakat,” katanya, Sabtu (25/8).

Kapolda menjelaskan, dampak karhutla tersebut antara lain yakni sudah ribuan masyarakat Kalbar terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Terutama balita, anak-anak, ibu hamil, penderita asma, jantung dan lansia,” ujarnya.

Belum lagi ditambah terhambatnya distribusi sembako dan kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya yang pasti berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi.

“Belum lagi terganggunya lingkungan hidup, flora dan fauna dan sebagainya, mendasari alasan-alasan tersebut,” katanya.

“Penegakkan Hukum dengan sanksi yang tegas sudah layak dan pantas bagi pelaku pembakar lahan demi melindungi keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan hidup kita semua dengan populasi kurang lebih 5.350.000 jiwa,” imbuhnya.

Dikatakan Kapolda, menyikapi buruknya akibat karhutla itu, Polda Kalbar bergerak. Para pembakar lahan akan dijerat pidana.

“Jumlah kasus yang ditangani secara keseluruhan sampai dengan tanggal 24 Agustus 2018 sebanyak 19 laporan polisi, dengan 26 tersangka (14 ditahan, 2 meninggal dunia di TKP terpapar asap dan api, serta 10 tidak ditahan),“ tukasnya. (hms)