Kemenkumham Dorong Masyarakat Daftarkan Produk

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 415

Kemenkumham Dorong Masyarakat Daftarkan Produk
SOSIALISASI - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menggelar sosialisasi terhadap pendaftaran hak paten, di Whats Up Cafe di Jalan Jenderal Urip, Kamis (30/8) sore. (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) mendorong agar masyarakat melakukan pendaftaran terhadap hak indikasi geografis dari sebuah produk daerah dan hak paten dari suatu telnologi. Sosialisasi terhadap pendaftaran hak paten ini dilakukan di Whats Up Cafe di Jalan Jenderal Urip, Kamis (30/8) sore.

Selain mengharapkan peran aktif dari masyarakat, pemerintah pusat juga mengharapkan peran aktif dari pemerintah daerah untuk mulai mendata dan mendaftarkan hak paten kekayaan intelektual.

Kasubdit Indikasi Geografis, Kementerian Hukum dan HAM, Dirjen Kekayaan Intelektual, Fajar Sulaeman T, menyampaikan bahwa Kalbar memiliki potensi yang luarbiasa, sehingga pihaknya ingin melihat selain beras Uncak yang sudah terdaftar pada bulan Februari lalu sebagai produk Kapuas Hulu.

Selain itu, masih ada produk lain yang juga memiliki potensi seperti lidah buaya, jeruk Sambas, Nanas dan lain-lain.

Kedatangan tersebut untuk mencari potensi yang ada sekaligus ingin menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa indikasi geografis ini bisa menaikkan nilai ekonomi yang luarbiasa jika dilindungi.

“Kendalanya adalah kita dari pusat sudah berkomunikasi dengan kepala daerah dan juga bersama petani, ini yang perlu kita sinergikan bersama, tidak bisa hanya satu kementerian untuk melakukan perlindungan indikasi geografis,” ujarnya.

Untuk itu, perlu dukungan pemerintah daerah bersama para petani, sebab pada intinya kehadiran Dirjen untuk membantu petani.

Sebab jika produk tersebut sudah masuk dalam indikasi geografis, maka secara otomatis petani akan menjaga kualitas produknya dan karakteristik barang.

“Ini yang terpenting,” imbuhnya.

Keuntungan terdaftar sebagai indikasi geografis ini jelas, sebab nilai produksi akan bertambah, sehingga akan meningkatkan produk yang lebih besar.

Sebab ciri khas produk indikasi geografis ini akan berbeda, sehingga orang yang akan datang ke Kalbar bisa mendapatkan produk khas. Ini akan menjadi potensi ekspor yang tentu akan menjadi peluang bagi petani atau Pemda setempat.

“Otomatis kan ekonomi meningkat,” tambahnya.

Jika memang masyarakat ingin mendaftarkan diri maka bisa berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

Sementara itu, Kabag TU dan Humas Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual), Mercy Marvel menyampaikan jika sudah mendapat perlindungan negara, maka pemilik hak paten akan mempunyai hak eksklusif terhadap suatu produk yang sudah dilindungi.

Jika daerah lain atau negara lain ingin memproduksi hal yang sama, maka harus memperoleh izin. 

“Oleh karena itu, dengan gak eksklusif yang dimiliki oleh indikasi geografis ini, hak ekonominya naik, itu akan mendapatkan royalti,” jelasnya.

Pihaknya juga menggali hal lain, seperti hak paten terhadap teknologi. Untuk mendaftarkan telnologi tidak harus sebuah teknologi yang canggih, namun bisa juga dengan teknologi yang sangat sederhana. (rah/bob)