PKK Pontianak Fokus Ciptakan Peluang Ekonomi Kreatif

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 514

PKK Pontianak Fokus Ciptakan Peluang Ekonomi Kreatif
Jakarta, SP - Plt Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Edi Kamtono mengatakan Kota Pontianak telah lama membina kader agar menciptakan peluang ekonomi kreatif.  

“Tadi sudah disampaikan oleh Presiden supaya Tim Penggerak PKK membina kader baik desa, kelurahan maupun kecamatan untuk lebih memperhatikan kemasan produk sehingga tidak hanya produknya saja yang berkualitas baik, tapi kemasannya juga menarik. Agar produk tersebut bernilai jual tinggi,” kata Yanieta, usai pembukaan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46 dan Jambore Nasional Kader PKK Tahun 2018 di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Selasa (2/10) sore.  

Peran PKK katanya tidak  hanya mendukung terciptanya ekonomi kreatif. Namun juga membantu mencari peluang, mempromosikan, dan memasarkan produk kader PKK. Dengan demikian bermanfaat untuk menambah pendapatan keluarga.  

Yanieta mendukung pendapat Presiden Joko Widodo bahwa perlu kerja sama dengan kementerian terkait untuk mendukung produk unggulan kader PKK. “Kami akan menciptakan inovasi sehingga ada percepatan dan solusi terkait produk yang dihasilkan oleh kader-kader PKK,” kata Yanieta.   

Dalam pembukaan acara itu, Presiden Joko Widodo  menjelaskan produk binaan Kader PKK memiliki potensi menjadi produk unggulan di tingkat nasional. Setiap daerah pasti memiliki produk unggulan meskipun jumlahnya tak perlu banyak.   

“Fokus saja cari produk yang memiliki peluang, nanti kita benahi bersama. Produknya apa lalu kita carikan jalan keluar dan solusinya,” kata Presiden.  

Menurut Joko Widodo, dari hasil pantauannya di pameran serupa, daerah kurang fokus dalam mengelola produk yang akan dipamerkan. Akibatnya terlalu banyak produk yang dipajang.  

“Terlalu banyak yang disodorkan, tidak fokus pada 3 produk saja. Semua yang bagus dikerjakan. Akan lebih baik rampung 3 produk, dilepas. Kemudian dilanjut 3 produk lagi,” pesan Presiden.   

Presiden menjelaskan kader PKK sejatinya punya peluang menjual produknya sampai pasar luar negeri. Namun butuh sentuhan pemerintah daerah, diteruskan ke Badan Ekonomi Kreatif untuk dihubungkan ke supermarket atau minimarket.  

Presiden mengungkapkan, kekurangan produk yang dipamerkan ada pada kemasan, desain, dan kecepatan produksi untuk memenuhi permintaan pasar.

“Masalahnya adalah sudah diberikan packaging yang baik, laku dijual, tapi begitu permintaan banyak jadi bingung. Ini banyak terjadi. Ini juga tugas ibu untuk menyambungkan dengan kementerian terkait, kalau bisa diproduksi dengan mesin yang murah tapi bisa mengangkat jumlah produksi.” (bls)