Pemprov Kalbar Siap Bentuk Komite Advokasi Daerah Anti Korupsi

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 501

Pemprov Kalbar Siap Bentuk Komite Advokasi Daerah Anti Korupsi
Pontianak, SP - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji  menggelar rapat pembahasan rencana aksi dan penyelarasan pembentukan Komite Advokasi Daerah (KAD) Anti Korupsi.

Sutarmidji menyambut baik pembentukan KAD Anti Korupsi karena dinilai mendukung komitmen pemerintah daerah dalam upaya mencegah dan memberantas korupsi. Komite ini jug akan melibatkan unsur dari kalangan dunia usaha.

“Komite ini (KAD) nantinya bisa mengevaluasi prosedur perizinan. Celah untuk terjadinya negosiasi di dunia usaha akan kita hilangkan,” kata Sutarmidji dalam sambutannya.

Sutarmidji berharap segala hal yang berurusan dengan perizinan yang dapat memakan waktu lama dapat dipangkas dalam waktu cepat. Melalui KAD pemerintah daerah dan pengusaha saling komunikasi serta duduk bersama menyelesaikan kendala yang dihadapi untuk menjaga iklim investasi yang kondusif.

“Saya meminta para pelaku usaha untuk membina lembaga-lembaga profesi usaha. Jangan pelaku usaha merekayasa kegiatan pembangunan, memberi jalan, kemudian ada negosiasi. Disitu yang tidak boleh.” 


Kedudukan KAD Anti Korupsi nantinya lembaga mendampingi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Kalbar.

Ketua Satgas Koordinator dan Supervisi Pencegahan, KPK wilayah Kalimantan Barat, Budi Waluya mengatakan lembaga ini merupakan salah satu program pencegahan dari KPK dengan melibatkan pihak usaha dalam memberantas korupsi.

“Jadi kalau selama ini mungkin ada keluhan-keluhan oleh pihak pengusaha terhadap pelayanan khususnya pelayanan izin dari pihak pemerintah daerah, kami coba fasilitasi dan advokasi,” ujar Budi Waluya.

KAD nantinya akan memonitor kegiatan pihak usaha dan beberapa asosiasi profesi untuk mewujudkan iklim usaha yang bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme. “Kami sebagai pihak yang memonitor pelaku usaha, pemda, dan asosiasi dalam meningkatkan dan memperbaiki sistem perizinan di Kalbar,” kata Budi Waluya. (hms/nak)