Pencurian 4.491 Tabung Gas LPG, Orang Dalam Terlibat

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 589

Pencurian 4.491 Tabung Gas LPG, Orang Dalam Terlibat
Pontianak, SP- Unit Reserse dan Kriminal Polresta Pontianak membongkar sindikat pencurian dan penggelapan tabung gas  milik PT Citra Kencana. Sebanyak 11 orang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan Manager Produksi PT Citra Kencana, Eryanto ke Mapolres Pontianak Kota 1 Oktober 2018.

“Dia mengaku kehilangan tabung gas LPG 3 kg  sebanyak 4.491 buah dengan kerugian sebesar Rp 600 juta,” kata Husni, Kamis (4/10)

Berbekal laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan salah satunya melihat rekaman CCTV yang terpasang di gudang produksi milik PT Citra Kencana. “Setelah dilihat rekaman CCTV terlihat seorang karyawan berinisial DT sedang mengambil tabung gas yang disimpan di gudang,” kata Husni.

Berbekal bukti rekaman CCTV, polisi menangkap DT di kantornya pada pukul 15.00 WIB. Dari pengakuan DT bekerja tidak sendiri. Pencurian itu dilakukan bersama 10 orang rekan kerjanya. “Mereka ini masing-masing memiliki peran dalam kasus pencurian yang sudah berlangsung  dari Juli hingga September 2018,” ujar Husni. 

Untuk menutupi aksi pencurian, para tersangka menutupi kamera CCTV di  gudang menggunakan bekas wadah mie gelas atau mengubah arah kamera CCTV ke atas. “Setelah itu mereka melakukan aksinya dengan mengambil tabung gas yang ada di gudang dan mengeluarkannya melalui selokan.”

Diluar pagar gudang, telah menunggu tersangka lainnya yang mengambil tabung gas dan memindahkannya ke dalam truk untuk dibawa ke rumah tersangka DT. Tabung gas hasil curian tersebut dijual kepada 2 orang penadah MR dan MUS. Kepada MR setiap tabung gas dijual Rp 100 ribu dan kepada MUS Rp 75 ribu.

“Saat ini 11 tersangka diamankan di Mapolsek Pontianak Kota. Mereka terancam dengan pasal 363 KUHP, 372 KUHP, 480 KUHP, juncto 55 KUHP, dan 64 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli. (nak/)