Selasa, 24 September 2019


Wartawan Bukan Tuhan, Maha Tahu Segalanya

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 264
Wartawan Bukan Tuhan, Maha Tahu Segalanya

Pontianak, SP - Mengenal dunia pers dan idealisme pers mahasiswa. Itulah tema diskusi dan belajar bersama di Lembaga Pers Mahasiswa WARTA, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Kalimantan Barat.    

Proses belajar bersama dilakukan pada Minggu, 14 Oktober 2108, pukul 08.00 WIB hingga selesai di Gedung Rektorat IAIN Pontianak lantai 4. Mereka duduk membentuk lingkaran. Antusias.  

Ketua Umum LPM WARTA IAIN Pontianak, Farli Afif, menjelaskan diskusi ini dilakukan untuk membuka  kekritisan soal dunia pers dan idealisme pers mahasiswa di masa sekarang.  

“Pesertanya adalah seluruh cawan (calon wartawan),” kata Farli Afif, disela-sela diskusi yang menghadirkan pemateri seorang jurnalis senior dan juga mantan aktivis pers mahasiswa,  Aceng Mukaram.   

Farli Afif menuturkan, pers tidaklah hanya sebagai media informasi, pendidikan, dan hiburan, tetapi juga menjalankan kontrol sosial. Dalam konteks penegakan keadilan dan kebenaran, menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, supremasi hukum, dan hak asasi manusia. Pers juga secara aktif melakukan pengawasan berkaitan dengan kepentingan publik.   

“Idealisme adalah harga mati. Komponen dasar dari pers itu sendiri yang berposisi sebagai penuntun arah profesionalitas kewartawanan,” kata Farli Afif.  

Farli Afif mengatakan, yang terpenting bagi insan pers adalah kepekaan, kemauan, tanggung jawab, apa adanya, dan tidak memihak. “Menjunjung tinggi etika di atas segalanya. Karena wartawan bukan Tuhan. Bukan maha tahu segalanya.”  

Ketua panitia belajar bersama, Herman Pelani Sandu, menuturkan ada hal baru yang disampaikan oleh pemateri. Hal itu juga menjadi rujukan baru untuk membangun kekritisan  saat ini. “Alhamdulillah diksusi tadi bisa berjalan dengan baik,” kata Herman Pelani Sandu, yang hobi desain grafis, fotografi, dan film itu.  

Herman Pelani Sandu  menilai, para calon wartawan (cawan) LPM WARTA Pontianak antusias mengikuti diskusi. “Saya sendiri sebagai panitia merasa senang dan semangat tentunya,” tutur Herman Pelani Sandu, mahasiswa asal Subang, Jawa Barat.  

Herman Pelani Sandu berharap, belajar bersama selanjutnya, seluruh pengurus bisa berkontribusi dan seluruh calon wartawan bisa hadir. “Tidak sekadar asal-asalan tentunya. Ini pembelajaran bersama bagi kita semua,” kata Herman Pelani Sandu.  

Peserta belajar bersama, Fitriani Purbowati, mengaku senang dan bahagia mengikuti proses belajar bersama itu. “Tersusun rapi kegiatannya dari awal sampai selesai. Senang sekali pastinya,” kata  Fitriani Purbowati.   

Fitriani Purbowati menilai, banyak informasi yang didapat seputar pers mahasiswa yang selama ini tidak diketahuinya. “Pers mahasiswa adalah pergerakan ke arah yang lebih baik.”  

Penulis: Herman Pelani Sandu, pengurus  Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) WARTA IAIN Pontianak