Dunia Pendidikan Menunggu Aksi Nyata Kaum Milenial

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 346

Dunia Pendidikan Menunggu Aksi Nyata Kaum Milenial
Pontianak, SP - Aksi Sedekah Pendidikan memanfaatkan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda untuk menggugah rasa kepedulian terhadap sesama. Pemuda memiliki peran untuk turut mencari solusi masalah kebangsaan.  

Hal itu yang dilakukan Aksi Sedekah Pendidikan (ASP) dengan mengadakan diskusi yang bertujuan menghadirkan kontribusi nyata pemuda milenial di dunia pendidikan.  

Direktur ASP, Marsita Ulfa, mengatakan 80 perserta yang hadir dalam diskusi ini, tidak hanya didominasi mahasiswa pendidikan namun juga lintas kampus.

“Harapan kami generasi milenial lebih berkontribusi dan bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk membangun dunia pendidikan,” kata Ulfa, di What’s Up Coffe, Minggu (28/10).  

Salah satu pemateri, Randa Reynaldi mengatakan pemuda jangan pernah meragukan apa yang akan terjadi kedepan. Aksi nyata lebih baik ketimbang terlalu banyak mengkhawatirkan hal yang belum pasti.  

Inovasi dalam kegiatan sosial sangat perlu dilakukan. Pemanfaatan media sosial harus maksimal. “Ketika punya ide langsung saja dieksekusi. Percaya pertolongan langit,” kata Randa  

Pemateri kedua, Maya Safitri mengatakan selain donasi fisik yang dibutuhkan anak-anak didaerah adalah motivasi. Dengan segala keterbatasan yang ada di daerah, sangat menyulitkan mereka untuk mendapatkan pendidikan layak. “Problematika yang ada di daerah harus bisa dicarikan solusi yang tepat dan bijak,” ujar Maya.  

Aksi Sedekah Pendidikan digagas oleh sekumpulan mahasiswa jurusan pendidikan di salah satu universitas di Pontianak.   Sebagai mahasiswa jurusan pendidikan, masalah pendidikan di Kalimantan Barat yang belum dapat dikatakan baik mengusik nurani mereka untuk berbuat lebih bersama-sama dengan pemerintah memperbaiki kasus pendidikan.

Organisasi non profit ini lebih menekankan upaya penyiapan pendidikan yang lebih baik untuk siswa sekolah. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan fasilitas belajar yang cukup seperti buku belajar, alat tulis, hingga alat peraga belajar. (din)