Sabtu, 21 September 2019


Love Bird Asal Luar Kalbar Diduga Ilegal

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 258
Love Bird Asal Luar Kalbar Diduga Ilegal

Pontianak, SP - Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Manaf mengatakan setiap hewan peliharaan atau ternak yang masuk dan keluar Kalbar, harus mendapat izin Dinas Penanaman Modal dan Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).  

Hal itu sesuai Perda 2/2016 tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang kemudian ditindaklanjuti dengan Pergub 141 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksaan dan Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Kami dari Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan hanya sebatas memberikan rekomendasi teknis. Jadi berkenaan pemasukan burung (love bird) tersebut, seingat saya belum pernah memberikan pertimbangan teknis,” kata Abdul Manaf.  

Artinya burung yang masuk tidak melalui prosedur dan tanpa izin PTSP. Seharusnya kata Abdul Manaf, mereka yang membawa masuk hewan harus memiliki rekomendasi.  

Apalagi yang dibawa masuk jenis burung yang dikhawatir menjadi sumber penularan penyakit. “Kami akan berkordinasi dengan PTSP dan Satpol PP. Karena mengamankan Perda inikan Satpol PP. Karena mereka harusnya memiliki rekomendasi sesuai dengan Perda,” ujarnya.  

Jika ternyata burung yang masuk ke Kalbar dalam kondisi tidak sehat dan tidak ada rekomendasi dapatt dimusnahkan. “Yang menjadi penekanan kami dari dinas teknis ini, masalah penyakit. Jangan sampai nanti burung yang dimasukan dengan cara ilegal itu bisa mengancam Kalbar,” pungkasnya.  

Belakangan ini beredar kabar pasaran burung love bird di Kalimantan Barat diserbu burung asal Pulau Jawa. Burung-burung ini diduga masuk secara ilegal, tanpa melalui karantina dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (PTSP). (iat).