Minggu, 15 Desember 2019


Gerakan Literasi Sekolah Ajak Siswa Menulis

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 572
Gerakan Literasi Sekolah Ajak Siswa Menulis

Pontianak, SP  - Sekolah Pelita Cemerlang mengadakan peluncuran buku antologi puisi untuk SMP dan SMA. Antologi puisi SMP berjudul “Surat untuk Ayah”, ditulis oleh siswa kelas VII sampai kelas IX.  

Sementara untuk SMA, hanya diikuti oleh seluruh siswa kelas 10, dengan antologi puisi berjudul “Bahasa Langit”.  

Guru bahasa Indonesia Sekolah Pelita Cemerlang, Wahyudi mengatakan, ia begitu mengapresiasi karya siswa-siswanya. “Karena anak-anak dari kecil sudah dididik menulis untuk perkembangan literasi Kalimantan Barat. Literasi Kalimantan Barat kan peringkat 28 dari 34 provinsi,” katanya, Jumat (2/11).  

Sebagai guru Bahasa Indonesia yang membuat proyek menulis buku, Wahyudi berharap program literasi sekolah dapat membuat siswa-siswa mengembangkan literasi di Kalimantan Barat, sekaligus mengembangkan soft skill menulis.  

Hasil karya siswa Pelita Cemerlang, diakui Wahyudi cuku bagus karena sudah melalui tahap revisi dari segi ejaan, diksi, dan majas. “Jadi, ketika mereka menulis, mereka tidak hanya belajar menuangkan perasaan, tapi juga belajar tentang estetika menulis,” tuturnya.  

Menurut Wahyudi siswa-siswanya begitu antusias menyambut peluncuran buku pada hari ini. Mereka tidak hanya menulis dan meluncurkan buku, tapi juga diberikan sertifikat sebagai tanda telah berkontribusi.  

Terakhir, Wahyudi memastikan bahwa program literasi sekolah akan diadakan setiap tahun di Pelita Cemerlang. “Pustaka Rumah Aloy menjadi mitra penerbit kita yang tetap,” ujarnya.  

Di tempat yang sama, Direktur Pustaka Rumah Aloy, Dedy Ari Asfar mengungkapkan bahwa gerakan literasi sekolah sangat positif. Sebagai mitra sekolah SMP dan SMA Pelita Cemerlang, membaca, menulis, dan menerbitkan buku sebenarnya ada dalam program Kemendikbud.  

Program tersebut, salah satu upaya menjadikan siswa memiliki karakter yang baik. Menulis dan menerbitkan buku itu upaya penguatan pendidikan karakter.   “Jadi, kalau anak diajarkan untuk membaca, menulis, dan menerbitkan buku, insya Allah, pikiran dan imajinasi anak positif. Dengan imajinasi positif ini, karakter anak pun terarah ke arah yang lebih baik,” paparnya.

Karena sudah menjadi bagian dari gerakan literasi, pihaknya akan menerima ajakan atau kerja sama sekolah-sekolah yang ingin berkembang dan mengajarkan anak didiknya membaca, menulis, dan menerbitkan buku.  

“Mudah-mudahan dari kerja sama pertama ini, kita akan terus bermitra untuk menggiatkan dan menggairahkan anak-anak Pelita Cemerlang menulis, menulis, dan menulis,” harapnya. (lha/)