Senin, 23 September 2019


PETI Sulit Diatasi, Kapolda: Ini Soal Bertahan Hidup

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 851
PETI Sulit Diatasi, Kapolda: Ini Soal Bertahan Hidup

Pontianak, SP - Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono mengaku upaya polisi menekan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di seluruh wilayah Kalimantan Barat sudah singinifikan.  

Kapolda mengaku sulit menertibkan aktivitas ini sampai benar-benar hilang, karena menyangkut ekonomi masyarakat atau kebutuhan bertahan hidup.  

Dalam laporannya dihadapan Komisi VII DPR RI, Kapolda menyebut sepanjang Januari 2018 hingga Oktober, kasus  PETI yang sudah mereka tangani sebanyak 134 kasus dengan jumlah tersangka 282 orang.  

“Kami kemarin juga sudah diarahkan bahwa akan dibangun wilayah pertambangan rakyat (WPR). Jadi nantinya pertambanagn emas tanpa izin ini akan diakomodir apakah itu melalui Perda sehingga warga masyarakat yang selama ini mengantungkan perutnya dengan PETI bisa diakomodir,” ujarnya.  

Kapolda merasa aktivitas PETI sangat berbahaya karena sebagian besarnya pengolahannya menggunakan logam berat mercury tanpa pengawasan. Sehingga aktivitas ini mencemari lingkungan.   “Kalau dari pesawat, bisa melihat ada sungai seperti kopi susu nah disana pasti ada PETI.

Upaya-upaya penegakan hukum tetap kita lakukan tapi dengan pertimbangan dampak sosial karena ini menyangkut perut, bukan untuk kaya sih sebenarnya,” kata Irjen Pol Didi Haryono.  

Irjen Pol Didi berharap Komisi VII dapat memberikan aturan yang ada korelasi  dengan PETI sehingga wilayah pertambangan rakyat dapat direalisasikan. “Polisi bisa menjadi jembatan menyampaikan hal ini kepada seluruh masyarakat yang wilayahnya  dialiri sungai yang ada aktivitas PETI ini.”  

Daerah-daerah yang banyak aktivitas tersebut kata Kapolda misalnya Kapuas Hulu, Landak, Bengkayang, dan Kota Singkawang serta Ketapang. Secara umum hampir di seluruh wilayah Kalbar ada aktivitas PETI.  

“Kita dalam hal ini hanya bisa mencegah dan menangkap. Itu upaya terkahir,” tandasnya (nak/)