Senin, 14 Oktober 2019


Gubernur Minta Bupati Fokus Bangun Pelabuhan Kijing

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 481
Gubernur Minta Bupati Fokus Bangun Pelabuhan Kijing

Pontianak, SP - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, meminta Bupati Mempawah Gusti Ramlana fokus melaksanakan pembangunan pelabuhan Kijing.  

“Saya berharap Gusti Ramlana walaupun lima bulan tetap menjalankan pemerintahan dan membuat satu atau lebih pekerjaan yang itu menjadi simbol untuk masyarakat Mempawah. Walaupun lima bulan menjadi Bupati tapi ada yang ditinggalkan,” kata Sutarmidji di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin (19/11).  

Gubernur mengingatkan Gusti Ramlana bahwa saat ini di Mempawah sedang dibangun pelabuhan intenasional. Sutarmidji berharap, proses pembangunan tersebut berjalan lancar. “Itu harus dilihat supaya tetap lancar karena pelabuhan sangat penting bagi kita,” ujar Sutarmidji.  

Saat ini hasil alam dan perkebunan dari Kalimantan Barat lebih banyak dieskpor melalui pelabuhan-pelabuhan di luar daerah. Sehingga Kalbar tidak dapat menikmati hasil pajak ekspor.  

“Mudah-mudahan secepatnya pelabuhan itu bisa digunakan. Supaya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalbar bisa maju,” kata Gubernur.  

Gubernur juga meminta Gusti Ramlana secepatnya mengajukan rencana pembangunan yang menjadi kewenagan Pemerintah Provinsi Kalbar di Mempawah, sebelum pengesahan APBD Provinsi diputuskan.  

Sutarmidji mengusulkan pelabuhan di Kabupaten Mempawah diberi nama pelabuhan Tanjungpura. “Tidak pas namanya Kijing. Kijing itu dalam bahasa jawa artinya batu nisan. Bagus itu ganti Tanjungpura saja, karena ada Tanjung Priok, Tanjung Mas, Tanjung Perak. Kita Tanjungpura,  mudah-mudahan bisa,” katanya.  

Bupati Gusti Ramlana menyatakan akan mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Mempawah, khusunya yang berkaitan dengan pembangunan pelabuhan internasional Kijing.  

“Itu akan saya percepat di masa jabatan saya kurang lebih lima bulan ke depan. Saya setuju nantinya diberi nama pelabuhan Tanjungpura atau mungkin nanti dikombinasikan dengan nama-nama yang ada di Mempawah,” kata Gusti Ramlana ditemui usai pelantikan.  

Menurut Gusti Ramlana, pelabuhan internasional Kijing nantinya bukan hanya milik masyarakat Mempawah melainkan milik seluruh masyarakat Kalbar.  

Gusti Ramlana juga menegaskan bahwa akan merumuskan kebijakan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “kami harap dengan adanya KEK, semua pabrik bisa bergeser ke daerah Sungai Kunyit. Terutama untuk industri hilir pengolahan CPO. Selama ini kita hanya mengirim CPO,” katanya.  

Dia berharap Pemrintah Provinsi maupun pusat sama-sama memikirkan hal tersebut mengingat Kalbar memiliki perkebunan sawit yang luas sehingga jangan sampai hanya bisa mengekspor CPO saja.  

“Industri hilir CPO perlu dibangun agar nilai tambah akan dirasakan oleh petani dan seterusnya. Kalau tidak, kita tidak akan menikmati nilai tambah ini,” ujar Bupati.   Pemkab Mempawah telah menyiapkan lahan 200 hektare untuk areal pelabuhan, 1.350 hektare untuk smelter Aneka Tambang dan 5 ribu hektare untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).  

“Biasanya pelabuhan diistilahkan bongkar muat. Ke depan kita harapkan muat bongkar. Kita usahakan hilir-hilir industri dikembangkan supaya ekspor dan impor kita balance. Paling utama adalah bagaimana mengangkat nilai tambah dari usaha petani, dagang, dan sebagainya,” pungkasnya (nak/)