KPU Pontianak Pastikan Cetak APK Lancar

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 235

KPU Pontianak Pastikan Cetak APK Lancar
Pontianak, SP – Untuk memastikan pencetakan alat peraga kampanye (APK) berjalan lancar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak dan Bawaslu Kota Pontianak memantau langsung proses pencetakan di Aura Printing, Jalan Dr Wahidin.  

Komisioner KPU Kota Pontianak, Yuniarni mengatakan, Aura Printing adalah rekanan percetakan yang telah memenangkan lelang APK beberapa waktu lalu.

“Hari ini mulai diproduksi setelah dumy ditandatangani oleh seluruh partai politik (parpol). Jadi, insya Allah dalam satu minggu ke depan proses percetakan ini akan selesai dan segera kita distribusikan kepada parpol,” ujar Yuniarni, Kamis (22/11).

Menurut Yuniarni, biaya cetak APK lumayan mutah. Dengan anggaran tidak lebih dari Rp300 juta, KPU Kota Pontianak mematok spec dengan kualitas tinggi.   “Jumlah untuk baliho dengan ukuran 4x3 ini ada 10 dan spanduk 16 per parpol, juga untuk DPD dan peserta pemilu presiden dan wakil presiden,” sebut Yuniarni.  

Terkait pemasangan, KPU Kota Pontianak sepenuhnya menyerahkan pada parpol dan peserta lain asal tidak melanggar aturan. KPU Kota Pontianak hanya memfasilitasi pembuatan baliho dan spanduk.  

Selanjutnya, komisioner KPU Kota Pontianak mengimbau agar peserta parpol tertib dalam memasang spanduk dan baliho yang telah didistribusikan. Jika ada penambahan APK, peserta parpol diminta berkoordinasi dengan KPU.  

Sebab, setelah pendistribusian APK, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan segera menertibkan APK yang tidak memenuhi syarat.

“Kami serahkan kepada Bawaslu untuk menertibkan APK yang tidak sesuai dengan prosedur. Informasinya, setelah kita memberikan APK ini, mereka akan segera menertibkan APK yang tidak memenuhi syarat,” tutur Yuniarni.

Pihak Bawaslu Kota Pontianak juga membenarkan tempat percetakan yang sudah ditetapkan oleh KPU. Irwan Manik Raja dari Bawaslu Kota Pontianak mengatakan pihaknya datang untuk melihat proses pencetakan dan memastikan ketepatan waktu penyelesaian.  

“Karena kampanye kan sudah berjalan. Kami menunggu hasil dari KPU, setelah itu yang sudah beredar akan kita tertibkan kembali,” ungkapnya.

Jika pun ditemukan ketidaksempurnaan dalam proses percetakan, akan diperbaiki lagi. Sebab, yang menjadi penilaian Bawaslu, kata Irwan, adalah ketepatan waktu, hasil cetak, dan penggunaan kertas yang sudah disyaratkan oleh KPU.

Romi pemilik percetakan Aura Printing mengatakan, sirkulasi percetakan tahun ini berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, percetakan langsung dilakukan oleh para calon, sementara tahun ini melalui KPU dengan proses lelang.

“Memang lebih tertib, lebih teratur. Cuma dari proses, kalau dibandingkan tahun-tahun lalu, memang omzet berbeda. Khususnya untuk pegiat cetak atau perusahaan-perusahaan percetakan di Kota Pontianak, agak berkurang,” paparnya. (lha/)