Selasa, 19 November 2019


Sultan Syarif Machmud Dukung Pemugaran Pintu Kota Istana

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 300
Sultan Syarif Machmud Dukung Pemugaran Pintu Kota Istana

Pontianak, SP – Sultan Syarif Machmud Melvin Alqadrie mendukung pemugaran pintu Kota Istana Kadriyah Pontianak. Pemugaran bangunan bersejarah itu dimaksudkan agar tidak sampai hilang, melihat kondisinya yang sudah rapuh termakan usia.  

“Kami justru akan mengembalikan bangunan tersebut seperti bentuk aslinya, karena yang lama itu kan pondasi dan bahan bangunannya sudah tua dan banyak lobang pada kayu,” kata Sultan Syarif Machmud Melvin, Rabu (21/11).  

Sultan Melvin mengaku kecewa dengan tanggapan sejumlah pihak yang mengkritik pembongkaran gerbang. “Saya paham bahwa itu bangunan cagar budaya, tidak boleh diubah. Tapi tujuan kita membangun kembali persis seperti bentuk aslinya karena jelas bahwa bangunan cagar budaya itu tidak boleh diubah dari bentuknya yang asli,” kata Sultan.  

Dia meminta agar siapapun atau media manapun yang berkomentar soal pemugaran itu, mengkomfirmasi terlebih dahulu dengan Sultan selaku pemimpin kesultanan.  

“Saya pemilik wilayah, saya yang paham. Jangan asal komentar saja. Tanya dulu supaya jelas. Karena kami juga tidak akan mengubah bangunan tersebut,” ujarnya.  

Sultan menegaskan, pemugaran gerbang justru dengan tujuan mengembalikan ke bentuk aslinya. Dulu bangunan itu juga pernah dipugar namun justru menghilangkan tangga pada bangunan itu.  

“Perlu diketahui, dulu ada tangga di sana dan itu dihilangkan pada saat renovasi. Saya akan kembalikan ke bentuk semula dan nanti tangga itu akan kita buat lagi,” imbuhnya.  

Saat ini pihaknya sedang memilih kayu untuk membangun kembali gerbang tersebut. Pemilihan kayu menurut Sultan tidak boleh dilakukan sembarangan.  

Kayu yang digunakan harus kayu belian (kayu ulin) asli sebagaimana aslinya dan berumur tua, kuat, dan kokoh. Sebagaimana juga pendahulu mereka membuatnya dulu dengan kayu ulin pilihan. “Jadi tidak sembarangan kami mengerjakan ini, karena harus asli seperti semula dan kayunya harus benar-benar kayu belian pilihan.” (nak/)