Hasil Tangkapan Ikan Kalbar Mencapai 200 Ribu Ton

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 221

Hasil Tangkapan Ikan Kalbar Mencapai 200 Ribu Ton
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Suriansyah.
Pontianak, SP - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Herti Herawati mengatakan pihaknya mempunyai tanggungjawab mendongkrak produksi perikanan di Kalbar.  

“Jadi kami berbagi tugas dengan karantina dari KKP. Kami bertugas menyediakan bahan baku dengan memberdayakan masyarakat pelaku budidaya maupun tangkap untuk selanjutnya diolah di pengolahan ikan. Di sini peran karantina mengawal mutunya sehingga bisa diterima eksportir,” kata Herti, Jumat (23/11).  

Adanya peningkatan perusahaan di Kalbar yang bisa mengekspor ikan keluar negeri adalah kemajuan. “Mudah-mudahan bisa juga meningkatkan unit pengolahan sehingga linier dengan peningkatan ekspor,” kata Herti.  

Menurut Herti, kondisi sekarang jauh berbeda dibandingkan 10 tahun lalu. Saat itu jumlah ekspor hasil perikanan Kalbar maksimal 3.500 ton.  

“Saya lihat di data terakhir tahun 2017 itu dua kali lipat, jadi selama 10 sampai 15 tahun terakhir terjadi peningkatan 100 persen,” ucapnya.  

Jumlah produksi ikan di Kalbar salama lima tahun terakhir fluktuatif meski tidak signifikan. Ikan hasil tangkap mencapai 200 ribu ton.  

Merujuk visi misi Gubernur yang meminta produksi ikan hasil tangkap sekitar 173 ribu ton, jumlah saat ini telah melampaui target. “Kemudian dari budidaya selama lima tahun terakhir itu mendekatai 100 ribu ton. Realisasi sekarang sekitar 70 ribu ton,” kata Herti.  

Jika merujuk pada permintaan visi misi Gubernur sekitar 85 ribu ton ikan hasil budidaya, produksinya masih harus digenjot lagi untuk lima tahun mendatang.  

Untuk ikan hasil tangkap, kata Herti harus mempertimbangkan banyak hal khsususnya keberlanjutan poluplasi. Jangan sampai fokus mengejar hasil tangkapan tapi mengabaikan keberlanjutan ekosistem.  

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Suriansyah mengaku DPRD menyambut baik peningkatan ekspor produk perikanan Kalbar. “Perairan tangkap kita sambut baik, dan memang harus digenjot. Potensi laut kita sangat besar dan tidak tergarap. Apa yang kita dapatkan selama ini sangat kecil dari potensi yanga ada,” kata Suriansyah.  

DPRD mendorong Gubernur menarik investor bidang perikanan agar mampu menghasilkan ikan hasil tangkapan lebih baik. Tentu saja menurutnya harus juga disertai pembianan terhadap nelayan lokal agar mampu memanfaatkan potensi.  

Harus ada sinergi antara perusahaan besar yang menggunakan alat tangkap modern dengan nelayan yang menggunakan alat tangkap sederhana. Nelayan dapat dijadikan mitra binaan agar sama-sama diuntungkan. “Kalau tidak akan menimbulkan kecemburuan sosial. Ini yang perlu diperhatikan,” tandasnya. (nak/)