Minggu, 22 September 2019


Perbaikan Layanan Publik, Sutarmidji: Akan Ada Banyak Kejutan

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 283
Perbaikan Layanan Publik, Sutarmidji: Akan Ada Banyak Kejutan

Pontianak, SP - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengaku terbiasa terbuka dalam menyampaikan penggunaan anggaran pemerintah. Menurut Sutarmidji, kebiasaan mempublikasikan anggaran biasa dia lakukan sejak menjabat Wali Kota Pontianak.  

Setiap tahun, laporan peruntukan APBD Kota Pontianak dipublikasikan ke media media massa. Meski tindakannya sering dikritik, menurut Sutarmidji publik berhak tahu penggunaan anggaran oleh pemerintah sehingga tidak boleh ditutup-tutupi.  

“Waktu itu ada anggota dewan yang kritik saya, tidak semua hal harus disampaikan lewat fanpage atau Fecebook, tapi karena saya sudah terbiasa sejak menjadi Wakil Wali Kota menyampaikan hal-hal yang harus diketahui masyarakat bagi saya itu hal yang biasa. Tidak ada yang perlu disembunyikan, bahkan Kota Pontianak itu satu-satunya kota yang APBD-nya dibedah setiap tahun. Hanya kota Pontianak di seluruh Indoensia,” kata Sutarmidji.  

Terbuka kepada publik menurut Sutarmidji harus dibiasakan. Dia tegas mengatakan bahwa mulai penyusunan anggaran tahun depan atau penyusunan anggaran tahun 2020, APBD Provinsi juga akan diumumkan ke publik. Masyarakat dapat mengetahui rencana belanja pemerintah.  

“Jadi apa yang kita buat dan apa yang dibelanjakan, untuk apa uang itu dan sebagainya, masyarakat harus tahu,” kata Gubernur.  

Gubernur menilai, dengan terbuka kepada publik sebenarnya dapat membuat kepala daerah memimpin tanpa beban. “Informasi yang disembunyikan biasanya ada masalah, sehingga disembunyikan. Dan itu tidak perlu apalagi oleh pemerintah daerah atau penyelenggara negara,” ujar Sutarmidji.  

Menurut dia informasi kegiatan penyelenggaraan pemerintahan di Kalbar tidak perlu ditutup-tutupi, kecuali jika undang –undang melarang informasi itu dipublikasikan.  “Kalau aturan tak membolehkan, payah juga. Tapi kalau pemerintah daerah saya rasa tidak ada,” katanya.  

Sutarmidji mengaku ketika belum lama dilantik Gubernur Kalbar, mendapat laporan soal sulitnya perizinan. Ada yang mengurus izin pertambangan hingga 8 tahun Dia menilai hal itu keterlaluan dan tidak boleh kejadian pada masa pemerintahannya.  

“Saya masih mengamati sekarang. Setelah tiga bulan (menjabat) insya Allah akan ada kejutan-kejutan. Jangan kaget. Saya pastikan banyak kejutan dan saya ingin semuanya transparan, semuanya cepat melayani masyarakat karena itu menunjukan  daya saing kita. Ketika kita lamban melayani masyarakat, akan lamban juga daya saing kita,” tegasnya (nak/)