Kamis, 24 Oktober 2019


Pemuda Kapuas Raya Tagih Janji Pemekaran

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 659
Pemuda Kapuas Raya Tagih Janji Pemekaran

Pontianak, SP - Menyongsong Pemekaran Kapuas Raya dalam Mewujudkan Pemerataan Pembangunan, menjadi topik utama yang diangkat dalam dialog kedaerahan yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (Himapem) Universitas Tanjungpura (Untan).  

Hadir dalam kegiatan ini puluhan mahasiswa lintas kampus dan lintas daerah di Kalimantan Barat, Sabtu, (25/11).   Ketua HIMAPEM, Rido Saputra berharap kegiatan ini mendorong terwujudnya pemekaran provinsi Kapuas. Pemekaran ini sudah diharapkan lama oleh masyarakat wilayah timur Kalimantan Barat.  

“Kami mendesak Gubernur Kalimantan Barat mewujudkan pembentukan (provinsi) Kapuas Raya demi pemerataan pembangunan, sesuai komitmen beliau jika terpilih menjadi gubernur,” kata Rido Saputra.  

Menurut Rido, Kalimantan Barat memiliki wilayah luas dengan APBD minim. Sehingga fakta di lapangan menunjukkan terjadinya ketimpangan pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusia di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.  

Ditempat yang sama, Anggota DPD RI, Abdul Rahmi menyampaikan usul pemekaran Kapuas Raya sudah berlangsung belasan tahun. Proses yang dilakukan selama ini sudah cukup baik, namun terkendala keinginan politik.   “Proses administratif sudah berjalan sangat bagus, yang jadi hambatan lebih banyak pada komunikasi politik dan suasana politik,” kata Abdul Rahmi.  

Setelah pemilihan kepala daerah Gubernur Kalimantan Barat selesai dan menghasilkan kepemimpinan yang baru, situasi politik ikut berubah. Hal ini menurut Abdul Rahmi merupakan kesempatan yang baik untuk kembali mendorong pemekaran provinsi Kapuas Raya.  

“Karena ada suasana baru secara politik untuk Kalbar yaitu suksesi kepemimpinan dan ada janji politik, ini merupakan kesempatan yang baik,” ucapnya.  

Kordinator Presidium Perhimpunan Pemuda Kapuas Raya (Permuda), Giat Anshorrahman mengatakan, pemekaran adalah sebuah keharusan. Mengingat wilayah Kalimantan Barat seluas 743.330  km persegi sangat tidak efisien untuk pembangunan.  

“Wilayah yang terlalu luas menyebabkan sulitnya pemerataan pembangunan,” kata Giat Anshorrahman.  

Provinsi Kalimantan Barat jauh lebih luas ketimbang provinsi yang ada di Pulau Jawa. Akibatnya sebagian wilayah yang jauh dari jangkauan pemerintah provinsi kondisi pembangunannya memprihatinkan.  

“Harusnya dengan wilayah yang luas, anggaran yang dikucurkan juga sebanding dengan luas wilayahnya,” ujarnya.  

Giat mengingatkan, salah satu janji kampanye Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji adalah mewujudkan provinsi Kapuas Raya. “Pak Sutarmidji sudah terpilih, kita akan kawal janji kampanye beliau untuk mewujudkan provinsi Kapuas Raya.”  

Giat berharap pemuda ikut andil dalam isu pemekaran provinsi Kapuas Raya. Pemuda harus bersikap, sehingga Kapuas Raya tidak hanya dijadikan isu politik.

“Kami mengajak pemuda daerah timur Kalbar untuk sama-sama bergerak. Sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap pemerataan pembangunan di daerah Kapuas Raya,” kata Giat. (din)