Tugas Besar Guru dan Masa Depan Bangsa

Ponticity

Editor Angga Haksoro Dibaca : 192

Tugas Besar Guru dan Masa Depan Bangsa
Pontianak, SP - Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan menilai saat ini urgensi penguatan karakter semakin mendesak seiring dengan tantangan berat yang dihadapi bangsa pada masa-masa yang akan datang. Terutama dalam menghadapi bonus demografi.  

“Kami mendukung guru-guru kita untuk terus bekerja keras mewujudkan generasi penerus yang cerdas dan beraklak mulia. Guru harus dapat berperan sebagai ‘the significant other’ bagi peserta didik. Guru harus menjadi sumber keteladanan,” kata Ria Norsan pada peringatan Hari Guru, Minggu (25/11).  

Wakil Gubernur mengatakan, peraturan Presiden telah mengamanatkan guru sebagai sosok utama dalam satuan pendidika yang memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah fikir, dan olahraga.  

“Guru dan tenaga kependidikan juga harus mampu mengelola kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat untuk mengobarkan Gerakan Nasional Revolusi Mental,” ujar Ria Norsan.   

Dilain sisi guru sebagi agen perubahan dapat pula mengubah perilaku atau karakter peserta didik menjadi santun, sopan sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.  

“Guru harus mempunyai perilaku baik sehingga dapat dicontoh oleh para peserta didiknya. Guru adalah seorang panutan bagi siswanya baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Dalam bahasa jawa ada istilah ‘guru digugu lan ditiru’, itu mempunyai arti bahwa seorang guru itu dipercaya oleh muridnya dan diikuti setiap tindak tanduknya,” katanya.  

Wagub Kalbar juga meminta momentum Hari Guru Nasional dijadikan sebagai refleksi apakah guru-guru sudah cukup profesional dan menjadi teladan bagi peserta didiknya.   Disisi

lain, apakah kita sudah cukup memuliakan guru-guru kita yang telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter sehingga menjadi pribadi yang tangguh dan berhasil. Sebab, tidak ada seorangpun yang sukses tanpa melalui sentuhan guru.   

“Jadi apapun kita saat ini, guru-guru kita pasti ikut mewarnai bahkan bias jadi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan kita,” jelasnya.  

Sementara bagi pemerintah, peringatan Hari Guru juga dinilai menjadi titik evaluasi yang strategis bagi pengambilan kebijakan. Bagaimanapun harus diakui bahwa masih banyak persoalan guru yang belum sepenuhnya teratasi.  

Oleh sebab itu, kebijakan-kebijakan yang sedang dan akan terus dilaksanakan adalah menjadikan guru lebih kompeten, professional, terlindungi dan pada gilirannya lebih sejahtera, mulia dan bermartabat.  

Dijelaskannya, pemberian tunjangan profesi bagi guru yang telah tersertifikasi, serta tunjangan khusus bagi guru yang mengabdi di daerah khusus akan terus menjadi perhatian.  

Demikian pula guru-guru yang memiliki keahlian ganda untuk memenuhi kebutuhan pendidikan kejuruan akan terus ditingkatkan bersamaan dengan program-program Guru Garis Depan untuk pemerataan pendidikan berkualitas.  

“Perlu kita sadari bersama bahwa secara konstitusional mendidik adalah tanggung jawab Negara, tetapi secara moral merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Wakil Gubernur.   

Kata Wakil Gubernur Ria Norsan, upaya pemerintah pusat tentu memiliki keterbatasan. Sangat pantas jika kita berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah ikut membantu meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru.    “Kita tahu bahwa problema guru di setiap daerah berbeda-beda. Melalui kebijakan pemerintah daerah alhamdullillah banyak hal bisa diatasi,” ucapnya.   

“Kepada organisasi profesi guru PGRI, kita patut berterima kasih karena telah menjadi mitra pemerintah dan mantra guru khususnya. Demikian pula kepada organisasi sosial dan sosial keagamaan, lembaga swadaya masyarakat. Semangat bekerja bersama untuk Indonesia yang lebih baik sungguh terasa ketika kita melihat bagaimana para guru ini menjadi perhatian besar kita semua,” katanya. (nak/)