Kamis, 19 September 2019


Banyak Rumah Makan Pakai Gas Melon Bersubsidi

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 253
Banyak Rumah Makan Pakai Gas Melon Bersubsidi

LEPAS - Seorang petugas sidak melepas gas melon bersubsidi yang dipakai pelaku usaha menengah di kawasan Jalan Gajahmada Pontianak.

PONTIANAK, SP – Banyaknya pelaku usaha jasa boga yang masih menggunakan gas melon bersubsidi ditengarai jadi salah satu penyebab kelangkaan gas di Pontianak.

Dari hasil inspeksi mendadak Pertamina, Disperindag Pontianak dan Polresta Pontianak, enam lokasi sasaran di Jalan Gajahmada dan Jalan Diponegoro ditemui gas bersubsidi. Padahal, sudah ada edaran dan tercantum dalam Permen SDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG, di mana yang berhak menggunakan gas melon bersubsidi adalah usaha mikro. Pemkot Pontianak sendiri sudah menyebarkan edaran yang bernada serupa.

“Kita masih mengajak dan merangkul usaha kuliner tersebut supaya beralih. Mungkin ke depan kalau masih seperti itu, dari Disperindag ada sanksi khusus untuk pelaku usaha besar yang masih pakai gas 3 kg,” kata Sales Executive Elpiji PT Pertamina (Persero) Cabang Pontianak, Sandy Rahadian usai sidak, Rabu (12/12).

Selain membeli sendiri, dari hasil sidak bulan lalu ditemui fenomena pengecer menyuplai ke pelaku usaha menengah dengan sistem bayar gas saja. Pelaku usaha tak perlu membeli atau menyediakan tabung sendiri.

“Dari beberapa lokasi yang kita tinjau, mereka tidak beli langsung ke pangkalan atau chanel kami di Pertamina. Jadi ada yang suplai, mereka datang menawarkan eceran harga Rp20rb,” sebutnya.

Dia memastikan hal itu tak akan dilakukan pangkalan. Pasalnya, ada sanksi tegas yang diberikan. Mulai dari administratif hingga pemutusan hubungan. “Indikasinya oknum pengepul,” sebutnya. (bls)